Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
18 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
17 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
22 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
19 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Beras Medium di Masih Dijual di Atas HET, Ini Komentar Bulog

Beras Medium di Masih Dijual di Atas HET, Ini Komentar Bulog
Jum'at, 18 Mei 2018 11:14 WIB
MEDAN - Kepala Bulog Divre Sumut, Benhru Ngakaimi menyebut para pedagang di pasar tradisional masih banyak yang menjual beras diatas HET (harga eceran tertinggi).

"Kemarin saat meninjau ke pasar Petisah bersama Gubernur, masih ada pedagang yang jual beras medium Rp 10.500/kg. Padahal HET beras medium Rp 9.950/kg," ujar Benhur.

Menurutnya, saat ini tidak ada lagi alasan para pedagang menjual harga beras di atas HET. Sebab, Bulog memiliki ketersediaan stok beras yang mencukupi kebutuhan masyarakat.

"Pedagang yang menjual beras diatas HET itu sudah pelanggaran. Nanti satgas pangan yang bisa menindaknya," terangnya.

Benhur menambahkan, satu dua hari kedepan pihaknya akan melakukan evaluasi terlebih dahulu mengenai temuan masih adanya pedagang yang menjual beras premium diatas HET.

"Setelah itu kami makan berikan rekomendasi kepada Satgas Pangan untuk melakukan penindakan, sebelum itu pedagang bisa dibina terlebih dahulu," tuturnya. ***

Editor:Wen
Sumber:medanbisnis
Kategori:Sumatera Utara, Voli, Ekonomi, PON
wwwwww