Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
6 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
6 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
6 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
6 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Badminton

Kalah dari Barito, Perseru Kurang Percaya Diri

Kalah dari Barito, Perseru Kurang Percaya Diri
Jum'at, 18 Mei 2018 22:04 WIB
Penulis: Azhari Nasution
MALANG - Skuat Klub Perseru Serui harus menyerahkan poin kemenangan kepada PS Barito Putera. Dalam pertandingan kandang rasa tandang di Stadion Gajayana, Malang, Kamis kemarin malam, Perseru kalah 0-1 dari Barito Putera.

Gol kemenangan Barito Putera di pekan kesembilan LIGA 1 2018 itu dihasilkan Rizky Pora. Kekalahan ini membuat Perseru kembali berkutat di papan bawah klasemen sementara. 

Pelatih Perseru, I Putu Gede, mengatakan kalau hasil minor ini diakui karena timnya tidak bermain di kandang asli, yaitu Stadion Marora. Perseru terpaksa pindah sementara selama Ramadan karena semua laga dimainkan di malam hari.

"Mungkin ini hanya karena kurang kepercayaan diri. Beberapa peluang juga tidak bisa dimaksimalkan," kata I Putu Gede.

Seharusnya kata I Putu Gede para pemain Perseru bisa bermain normal. Main cepat dari kaki ke kaki, seperti yang biasa diperlihatkan terutama saat bermain di Marora.

"Masih banyak juga kesalahan mendasar, seperti ketika umpan silang bagus, tapi begitu penyelesaian akhir menjadi lemah," tutur I Putu Gede.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, PON, Non Olympic, Jawa Timur
wwwwww