Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
22 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
21 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
24 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
23 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
6
STY Pastikan Motivasi Persija Jakarta Tetap Terjaga
Sepakbola
23 jam yang lalu
STY Pastikan Motivasi Persija Jakarta Tetap Terjaga
Home  /  Berita  /  Badminton

Kata Menag, Tak Ada Kewajiban Ikuti Rekomendasi 200 Mubalig, Lah Kok?

Kata Menag, Tak Ada Kewajiban Ikuti Rekomendasi 200 Mubalig, Lah Kok?
Minggu, 20 Mei 2018 21:57 WIB
JAKARTA - Kementerian Agama merilis 200 nama mubalig atau penceramah yang terekomendasi. Menteri Agama Lukman Hakim menegaskan, masyarakat tidak wajib mengikuti semua mubalig yang masuk dalam daftar.

Masyarakat tetap dipersilakan menentukan penceramah yang mengisi acara di tempat mereka.

"Tidak ada kewajiban. Itu adalah nama-nama untuk atau bagi mereka yang membutuhkan, memerlukan," kata Lukman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (18/5).

Lukman menjelaskan, belakangan banyak masjid, musala, atau majelis taklim di lembaga, kementerian, atau instansi. Karena itu, Kemenag menyediakan daftar nama penceramah dan ustaz yang bisa mengisi majelis di lokasi itu. Karena itu, tidak ada masalah bila masjid atau majelis manapun menggunakan penceramah di luar 200 nama yang sudah direkomendasikan.

"Ya tentu tidak apa-apa. Karena kan itu yang 200 ini dalam rangka memenuhi mereka-mereka yang kesulitan untuk mendapatkan siapa nama penceramah yang layak untuk dihadirkan di pengajian-pengajian, di kegiatan-kegiatan di kementerian, lembaga, instansi, dan BUMN. Jadi di luar itu silakan," tutur dia.

Politikus PPP itu juga meminta masukan dan penilaian dari masyarakat terkait mubalig atau penceramah yang masuk dalam daftar terekomendasi itu. Peran masyarakat dalam memantau isi ceramah dari mubalig ini.

"Nanti masyarakat akan menilai apakah isi ceramah itu betul-betul sesuai dengan esensi ajaran agama atau justru malah sebaliknya ini yang harapannya masyarakat justru bersama memantau ini," imbuh dia.

"Kalau memang lalu kemudian menilai ada penceramah-penceramah yang justru isinya adalah provokatif dan menebar fitnah, mari publik juga bisa menyampaikan bahwa penceramah ini bisa dievaluasi untuk masa yang akan datang. Jadi masing-masing kita saling beri masukan agar isi ceramah memberikan kemaslahatan bagi sebanyak mungkin umat," pungkas dia.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Kumparan.com
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww