Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
24 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
23 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
21 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
4
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
23 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
5
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
21 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
6
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Sepakbola
20 jam yang lalu
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Home  /  Berita  /  Badminton

Panwaslu Kuansing akan Pidanakan Bacaleg 2019 yang 'Curi Start' Kampanye

Panwaslu Kuansing akan Pidanakan Bacaleg 2019 yang Curi Start Kampanye
Mardius Adi Saputra
Selasa, 22 Mei 2018 09:05 WIB
Penulis: Wirman Susandi
TELUKKUANTAN - Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kuantan Singingi Mardius Adi Saputra meminta supaya partai politik dan Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) 2019 tertib dala melaksanakan kampanye. Jika tidak, mereka bisa dijerat dengan pidana.

"Hasil pantauan kita di lapangan, sudah marak para Bacaleg dari berbagai Parpol memasang alat peraga kampanye dan mengotori Kota Telukkuantan," ujar Mardius Adi Saputra, Selasa (22/5/2018) pagi di Telukkuantan.

Dalam baliho tersebut, lanjut Adi, para Bacaleg sudah mencantumkan bahwa mereka adalah calon legislatif, baik tingkat daerah maupun pusat.

Curi star yang dilakukan oleh para Bacaleg membuat geram Panwaslu Kuansing. Adi menyatakan dirinya tidak akan tinggal diam dengan kondisi yang ada. Dalam waktu dekat, Panwaslu akan memanggil Parpol peserta Pemilu untuk sosialisasi aturan kampanye.

"Kita minta kerjasamanya untuk menertibkan APK yang sudah terpasang. Jika tidak mau, maka kita akan menertibkannya," tegas Adi.

Menurut Adi, ruang kampanye bagi partai politik telah disiapkan yakni tiga hari setelah ditetapkan Daftar Calon Tetap (DCT) anggota legislatif oleh KPU dan itu waktunya panjang, lebih kurang tujuh bulan yakni 23 September 2018 sampai 13 April 2019.

Hal itu didasarkan pada UU nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Dimana, pada pasal 276 menyatakan bahwa kampanye dilaksanakan setelah tiga hari sejak ditetapkan sebagai DCT. Artinya bakal calon anggota legislatif (bacaleg) dari berbagai parpol layaknya belum bisa melakukan kampanye dalam bentuk apapun.***

wwwwww