Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
17 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
16 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
17 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
5
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
24 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Badminton

Kalah dari Thailand, Indonesia Tersingkir di Piala Uber 2018

Kalah dari Thailand, Indonesia Tersingkir di Piala Uber 2018
Kamis, 24 Mei 2018 18:52 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Duel Indonesia dan Thailand di perempat final Piala Uber 2018 ditentukan pada laga terakhir yang mempertemukan Ruselli Hartawan dengan Busanan Ongbamrungphan.

Sempat unggul di awal pertandingan, Ruselli gagal mengembangkan permainan. Selepas skor 3-3, Ruselli tertinggal dari Busanan. Tekanan dari Busanan tidak mampu direspons dengan baik oleh Ruselli yang sehari sebelumnya membukukan kemenangan atas Li Xuerui.

Pebulutangkis 20 tahun itu tertinggal jauh dari tunggal ketiga harapan tuan rumah. Usai skor 4-11 pada jeda gim, Ruselli tidak mampu melewati poin double digit dan kalah 9-21 di gim pertama.

Di awal gim kedua Busanan kembali menunjukkan sinyal keungulan. Pukulan-pukulan akuratnya sulit dikembalikan Ruselli.

Pebulutangkis peringkat 77 dunia itu tertinggal 0-4. Sempat meraih dua poin, Ruselli kembali pontang-panting memburu bola penempatan Busanan.

Bola-bola dari Ruselli yang tidak akurat juga mempermudah Busanan mengumpulkan poin demi poin. Angka 3-11 terpampang sebagai skor interval gim kedua.

Ruselli kesulitan menambah poin dalam laga terakhir. Busanan yang tampil di hadapan pendukungnya sendiri tampak tidak menghadapi perlawanan berarti dari Ruselli yang sudah berusaha menampilkan permainan terbaik.

Sebelum Ruselli bertanding, Indonesia kehilangan poin ketika Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta kalah dari Puttita Supajirakul/Sapsire Taerattanachai.

"Kami terlalu terbawa permainan mereka [Puttita/Sapsiree]. Dari kami sendiri memang tidak menampilkan permainan yang seharusnya," ujar Della.

"Kami tertekan terus sehingga tidak bisa menunjukkan pola permainan yang sebenarnya. Sekali mati [di awal-awal set] langsung terus saja begitu," Rizki menambahkan.

Kekalahan di babak perempat final serupa dengan dua tahun lalu ketika Greysia Polii dan kawan-kawan menyerah dari Korea Selatan.

Hasil pertandingan Indonesia vs Thailand

Fitriani vs Ratchanok Intanon 8-21, 7-21

Greysia Polii/Apriyani Rahayu vs Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai 21-11, 21-16

Gregoria Mariska vs Nitchaon Jindapol 21-10, 22-20

Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta vs Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai 20-22, 12-21

Ruselli Hartawan vs Busanan Ongbamrungphan.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, PON, Non Olympic, DKI Jakarta
wwwwww