Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
18 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
12 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
12 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
12 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
17 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Home  /  Berita  /  Badminton

Kata Disdukcapil, e-KTP Tercecer di Bogor Barang Rusak, Kok Alamatnya Palembang?

Kata Disdukcapil, e-KTP Tercecer di Bogor Barang Rusak, Kok Alamatnya Palembang?
Senin, 28 Mei 2018 00:05 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera mendesak pemerintah segera menjelaskan ke publik soal ditemukanya e-KTP yang tercecer di bogor.

Pasalnya kata dia, temuan ini sangat aneh. Dan klarifikasi dari pihak Dirjen Disdukcapil kata dia, sangat tidak masuk akal.

Karena sambung dia, pemerintah berdalih bahwa e-KTP yang ditemukan tercecer di Bogor merupakan e-KTP rusak.

"Nah ini juga harus dijelaskan serius oleh pemerintah mengenai kebenarannya, karena menurut setahu Saya alat perekam dan pencetaknya ada di Kelurahan atau kecamatan," ujarnya kepada GoNews.co, Minggu (27/5/2018) di Jakarta.

Selain itu, e-KTP itu beralamat Sumatera Selatan, perlu diaudit bagaimana e-KTP rusak punya Sumsel adanya di Jabar. Bukankah kalau ada kesalahan mestinya dihancurkan di tempat. "Dan untuk apa e- KTP rusak dikumpulkan," ungkapnya.

Menurutnya, terkait kasus ini, pihak Komisi II DPR juga akan memanggil Kemendagri. Baginya, Kemendagri harus segera audit SOP pengiriman EKTP dan diungkap kepublik hasilnya, bila menganggap hal ini sepele.

"Masyarakat bisa mencurigai ada motif apa jelang pilkada serentak 2018 dan Pilpres 2019," kata Mardani.

Legislator FPKS ini mengungkapkan keanehan dalam kasus ini karena menurutnya tidak seharusnya EKTP warga Sumatra Selatan (Sumsel) berjatuhan di wilayah Jawa Barat (Jabar).

Penggagas gerakan #2019GantiPresiden mencatat ada beberapa poin dalam Kasus ini. Pertama kata dia, kasus ini merupakan bentuk keteledoran.

"Pemerintah harus mengakui ini bentuk keteledoran, Disaat masyarakat banyak kesulitan dapat E-ktp tiba2 ada banyak e-ktp berserakan dijalan raya di Bogor," ujarnya.

Kemudian, dalam situasi yang mendekati pilkada serentak, kasus ini kata dia juga menimbulkan prasangka di kalangan masyarakat. Harus dilakukan investigasi dan audit menyeluruh. "Ini bukan masalah kecil," ujarnya.

Oleh Karena itu Ketua DPP PKS ini meminta Kemendagi untuk Segera lakukan penyelidikan fokus di audit dan transparan. "Karena seperti diketahui fungsi e- KTP sangat vital jelang pilkada dan pemilu," ujarnya.

Mardani Berhadap Kemendagri serius menyelediki dan menyelesaikan masalah ini. "Jika tidak ada keseriusan menyelesaikan temuan masalah e-KTP ini, jangan salahkan masyarakat akan menilai Kemendagri gagal menangangi bukti tercecernya e-KTP," pungkasnya.***

wwwwww