Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
16 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
15 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
18 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
18 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
20 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
16 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Ketua MPR Meminta Aparat Adil Dalam Menegakkan Hukum

Ketua MPR Meminta Aparat Adil Dalam Menegakkan Hukum
Senin, 28 Mei 2018 22:36 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA – Di tahun politik, Zulkifli Hasan berharap, agar aparat penegak hukum dan pemerintah berlaku adil dan proffesional. Hal ini ia ungkapkan saat memberi tauziah acara buka puasa bersama dengan Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI), Senin (28/5/2018) di Rumah Dinasnya.

"Kita meminta yang demikian," ujarnya.

Ketidakadilan dicontohkan, Kementerian Agama membuat blunder dengan mengeluarkan 200 ulama yang terekomendasi. "Ulama kita itu ribuan, lha yang lain nanti kan marah," ujarnya.

Zulkifli Hasan meminta kementerian itu mengurus saja pegawainya. Dirinya menegaskan kembali agar aparat hukum dan pemerintah adil. "Hukum buat semua," tegasnya.

"Jangan sampai satu diberi hukum sementara yang lainnya tidak, hukum harus adil,” tegasnya.

Politisi PAN itu juga mengatakan, demokrasi itu dipilih oleh bangsa Indonesia sebagai salah satu sarana dalam berpolitik. Dalam demokrasi, menurut Zulkifli Hasan, rutin dilaksanakan Pemilu. "Ada Pilkada, Pileg, dan Pilpres," ujarnya.

Pemilu lima tahunan kata Zulkifli Hasan sebagai proses yang biasa. "Semangat boleh, berantem tak boleh. Yang mau ganti presiden boleh, yang mau lanjut juga boleh," tambahnya.

Menurut Zulkifli Hasan meski beda politik dan pilihan, namun harus tetap menggaungkan persatuan bangsa.

Dalam situasi politik yang dinamis bahkan cenderung panas, Zulkifli Hasan mengajak kepada IARMI untuk ikut menjadi pelopor persatuan. Dirinya yakin alumni Menwa mampu menjaga bangsa dan negara sebab semasa Menwa sudah dilatih bela negara.

"Alumni Menwa kemampuan bela negaranya di atas rata-rata," paparnya.***

wwwwww