Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
17 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
19 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
19 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
21 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
18 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Jelang Tahun Politik, Zulkifli Hasan: Pilih Pemimpin yang Amanah

Jelang Tahun Politik, Zulkifli Hasan: Pilih Pemimpin yang Amanah
Senin, 28 Mei 2018 22:40 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Menghadapi tahun politik, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengingatkan bangsa yang maju tergantung siapa yang ngurus. Buktinya Singapura bisa maju, karena pemimpinnya baik, padahal Singapura tidak memiliki kekayaan alam.

"Karena itu kita harus pilih calon pemimpin yang amanah, bukan hanya jujur. Bukan hanya tidak nyatut tapi juga memberikan yang terbaik," kata Zulkifli Hasan menambahkan.

Pernyataan itu disampaikan Ketua MPR saat memberikan tausiyah pada pengajian Ramadhan. Acara tersebut berlangsung di Muhammadiyah Islamic Center, jalan Cilengsar No. 10, Sindanglaya, Cipanas, Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (28/5).

Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, jika kaum itu tidak merubah nasibnya sendiri. Karena itu, manusia harus memulainya dengan jalan memilih pemimpin yang baik.

"Dulu, masjid Nabawi itu kecil tapi bisa menjadi pusat perkembangan Islam sehingga mengalahkan Roma dan Persia. Bahkan, setelah itu Islam sangat superior hingga 700 tahun lamanya. Itu terjadi karena para ulama mampu menguasai ilmu, ekonomi dan politik," kata Zulkifli lagi.

Karena itu, para ulama harus kembali menguasai ekonomi, politik dan pengetahuan, agar bisa kembali jaya seperti dahulu.

"Jangan mau lagi dipisahkan, ulama hanya boleh mengurusi pengajian, tidak boleh mengurusi ekonomi, politik dan oengetahuan," kata Ketua MPR menambahkan.***

wwwwww