Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
17 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
21 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
17 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
19 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
23 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
15 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Riau

Mengenai Tapal Batas Banjar Benai dan Titian Modang, Ini Saran Kejari Kuansing

Mengenai Tapal Batas Banjar Benai dan Titian Modang, Ini Saran Kejari Kuansing
Kepala Desa Titian Modang mengajukan pertanyaan saat penerangan hukum di Kejari Kuansing, Senin (28/5/2018).
Senin, 28 Mei 2018 20:59 WIB
Penulis: Wirman Susandi
TELUKKUANTAN - Aparatur pemerintahan desa yang menjadi peserta program penerangan hukum Kejari Kuantan Singingi (Kuansing), Riau sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut, Senin (28/5/2018).

Penerangan hukum kali ini mengambil tema sentral sosialisasi Inpres nomor 2 tahun 2018 tentang Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di seluruh wilayah.

Tingginya antusias peserta tergambar dari banyaknya pertanyaan yang diajukan ke pemateri, dalam hal ini M. Khomsadi dari Kantor Pertanahan Kuansing dan Revendra, SH selaku Kasi Intel Kejari Kuansing.

"Salah satu pertanyaan yang diajukan oleh peserta mengenai tapal batas antara Desa Titian Modang dan Banjar Benai. Mereka minta solusinya bagaimana," ujar Revendra yang ditemui GoRiau.com usai kegiatan.

"Nah, untuk pertanyaan itu, kita sarankan agar keduabelah pihak duduk bersama dan tentunya difasilitasi oleh Pemda. Sehingga, tapal batas kedua desa menjadi jelas dan tidak ada lagi masalah," papar Revendra.

Revendra pun berharap agar semua tokoh masyarakat duduk bersama dan jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang mengambil keuntungan dari persoalan tapal batas Banjar Benai - Titian Modang.

Seperti yang diketahui, hubungan antara Banjar Benai dan Titian Modang kembali memanas terkait tapal batas kedua desa tersebut. Dari informasi yang dirangkum GoRiau.com, Pemda Kuansing sudah melakukan mediasi, namun belum ada hasilnya.***

Kategori:PON, Riau
wwwwww