Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
17 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
11 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
11 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
12 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
17 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Home  /  Berita  /  Riau

Diduga 'Dipelihara' Agen, Pangkalan LPG di Lirik Inhu Leluasa Jual Gas Bersubsidi pada Pengecer

Diduga Dipelihara Agen, Pangkalan LPG di Lirik Inhu Leluasa Jual Gas Bersubsidi pada Pengecer
Ilustrasi
Selasa, 29 Mei 2018 01:17 WIB
Penulis: Jefri Hadi
RENGAT - Meski sudah pernah mendapat peringatan dan sanksi dari instansi terkait, hal itu tidak membuat jera pemilik salah satu pangkalan gas elpiji yang ada di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau ini.

Bahkan, pemilik pangkalan gas Raja LPG yang berada di Desa Pasir Sialang Jaya, Kecamatan Lirik itu, berani menjual gas tabung melon (3 kg) tersebut secara terang-terangan pada para pengecer.

Hal itu terungkap setelah salah seorang warga didaerah itu ingin membeli gas elpiji yang disubsidi pemerintah itu. Saat warga itu tiba di pangkalan Raja LPG untuk membeli gas, ternyata sudah habis.

"Ini aneh bin ajaib, masak dalam satu jam, ratusan tabung gas elpiji yang baru saja masuk ke pangkalan itu sudah langsung habis," ungkap warga setempat kepada GoRiau.com, Senin (28/5/2018).

Usut punya usut, ternyata sebut sumber GoRiau.com itu, raibnya ratusan tabung gas 3 kilogram tersebut diduga akibat diborong oleh para pengecer yang sudah menjadi pelanggan tetap pangkalan itu.

"Apa yang dilakukan pihak pangkalan ini sungguh diluar batas kewajaran. Akibat mau meraup keuntungan lebih, mereka lebih mementingkan pra pengecer dari pada masyarakat. Padahal mereka mengetahui bahwa, gas elpiji bersubsidi tersebut peruntukan untuk masyarakat, bukan untuk para pedagang atau pengecer," ketusnya.

Sepertinya, antara pemilik pangkalan dengan pengecer itu sudah bermain mata, dan harga jual yang diterapkan pangkalan, diduga diatas harga HET (harga eceran tertinggi), dan hal itu membuat harga jual di warung pengecer menjadi sangat mahal, yakni berkisar dari Rp23.000-27.000 / tabungnya.

Dengan demikian, dirinya berharap ada pengawasan dan penindakan oleh instansi terkait terhadap pangkalan nakal tersebut, sehingga masyarakat tidak selelu dirugikan, pungkas sumber itu.

Menjawab hal itu, Andi selaku pemilik pangkalan Raja LPG mengakui, pihaknya masih melakukan penjualan elpiji terhadap para pengecer.

"Benar, kami ada menjual gas pada pengecer. Tapi hanya sebagian saja," jawab Andi.

Akan tetapi sambung Andi, hal itu tentu tidak mengganngu pada pelayanan untuk masyarakat. "Walau kami ada menjual untuk pengecer, pelayanan untuk masyarakat tetap kita lakukan," singkat Andi.(Jef)

Kategori:Ekonomi, Riau, Beladiri
wwwwww