Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
11 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
12 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Jangan Bersihkan Busi Pakai Amplas, Ini Penjelasannya

Jangan Bersihkan Busi Pakai Amplas, Ini Penjelasannya
Rabu, 30 Mei 2018 20:16 WIB

JAKARTA - Fungsi busi ialah memercikan api ketika terjadi proses pembakaran dalam mesin. Kondisi dan kebersihan busi juga harus terjaga agar performa motor juga maksimal.

Namun, bagi Anda yang berniat membersihkan busi sendiri, sebaiknya menghindari penggunaan amplas. Sebaiknya Anda langsung mengganti dengan yang baru. 

"Kami tidak merekomendasi begitu, karena kalau busi yang sudah tertutup karbon sebaiknya tidak digunakan lagi dan diganti yang baru," kata Jason Muliadi selaku Country Manager Brisk Busi Indonesia, Selasa (29/5/2018).

Kebanyakan orang biasanya menggunakan kembali busi yang sudah pernah dipakai sebelumnya. Hal ini juga tidak bagus untuk performa kendaraan.

"Bagaimanapun barang yang rusak dan dirawat kembali itu tidak bisa berfungsi seperti sedia kala. Lebih baik menggunakan yang baru," kata Jason.

"Performa 100 persen misalnya, setelah mengalami gangguan sisa 70, kalau memperbaiki naiknya paling 80. Gak akan sebagus dulu," lanjutnya.

Jason mengatakan sudah seharusnya pemilik kendaraan memastikan kondisi mobilnya agar selalu terjaga dan terawat.

"Ini supaya tidak ada kerusakan di dalam yang tidak dapat dideteksi karena itu akan efek di busi. Lalu, gunakan bahan bakar yang oktannya tinggi sehingga kandungan karbonnya tidak terlalu tinggi dan mengotori busi itu sendiri," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Merdeka.com
Kategori:Olympic, Badminton, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww