Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
11 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
11 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Polrestabes Medan Bentuk Tim Pegasus Untuk Buru Pelaku Begal

Polrestabes Medan Bentuk Tim Pegasus Untuk Buru Pelaku Begal
Tim Pegasus saat melaksanakan tugas, Sabtu( 28/5/2018)
Rabu, 30 Mei 2018 20:04 WIB

MEDAN - Para pelaku begal atau pelaku kejahatan lainnya di Medan harus mengurungkan aksi jahatnya. Pasalnya, Polrestabes Medan telah membentuk tim Pegasus. Tim yang berjumlah 174 personiel ini akan melakukan operasi secara rutin mencegah aksi kejahatan.

Buktinya, sejak dibentuk pada Sabtu (28/5/2018) kemarin, tim yang berasal dari gabungan unit Reskrim Polrestabes Medan dan Polsek ini, sudah berhasil menggulung 8 pelaku kejahatan jalanan dan mengamankan sekitar 20 unit sepeda motor tanpa dokumen.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan sistem yang digunakan adalah sistem hunting yaitu dengan cara berpatroli di daerah-daerah yang rawan kasus 3C (curas, curat dan curanmor).

"Tim melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang dicurigai dengan cara melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan dan badan," kata Putu Yudha, Rabu (30/5/2018).

Ia menjelaskan bahwa Operasi Pegasus ini akan dilakukan setiap hari dengan waktu yang berubah-ubah. Tujuannnya jelas agar pelaku kejahatan tidak bisa membaca pergerakan tim yang dibagi dalam 29 tim. Mereka operasi rutin setiap hari dengan waktu yang berubah ubah agar tidak terbaca oleh para pelaku 3C.

"Untuk para pelaku 3C, jangan coba-coba beraksi di wilayah hukum kota Medan, pasti akan berhadapan dengan Tim Pegasus," pungkas Putu.

Editor:Fatih
Sumber:tribun medan
Kategori:Sumatera Utara, Beladiri, Olympic, PON
wwwwww