Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
9 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
9 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
4
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
10 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
9 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Badminton

Perseru Butuh Pemain Tengah Pengatur Serangan

Perseru Butuh Pemain Tengah Pengatur Serangan
Sabtu, 09 Juni 2018 13:20 WIB
Penulis: Azhari Nasution
YAPEN - Perseru kembali masuk ke zona merah klasemen Liga 1 musim ini. Kekalahan satu gol tanpa balas dari Arema FC di Stadion Gajayana, Malang, dua hari yang lalu, jadi penyebabnya.

Saat ini, Perseru menduduki peringkat 16 klasemen. Cenderawasih Jingga mengoleksi 14 nilai dari 12 pertandingan yang telah dilaksanakan.

Agar bisa bangkit dari situasi tersebut pelatih Perseru, I Putu Gede, menuturkan butuh pemain tengah yang bisa mengatur ritme permainan. Ini karena sampai sekarang timnya tidak mempunyai sosok tersebut.

"Mungkin kreator di lini tengah kami juga tidak ada, sehingga kami selalu sulit untuk memberikan aliran bola ke lini depan," ungkap Putu Gede.

Selain itu, masalah klasik yang masih menyelimuti Perseru yakni kurang maksimalnya para pemain memanfaatkan peluang. Padahal, Putu Gede menyatakan setiap menggelar latihan hal ini sudah dilatihnya.

"Masalah kami sejak pekan pertama masih sama, yaitu masalah penyelesaian akhir, dan itu terjadi lagi," ujar mantan penggawa Timnas Indonesia tersebut.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Non Olympic, Papua
wwwwww