Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Terapkan New Normal, DPR Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa
Peristiwa
19 jam yang lalu
Terapkan New Normal, DPR Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa
2
Ketua DPD RI Ajak Elemen Bangsa Gotong Royong Tekan Covid-19
Politik
19 jam yang lalu
Ketua DPD RI Ajak Elemen Bangsa Gotong Royong Tekan Covid-19
3
Petani Mengamuk, Lalu Bacok Istri hingga Tewas Mengenaskan
Umum
19 jam yang lalu
Petani Mengamuk, Lalu Bacok Istri hingga Tewas Mengenaskan
4
Syarief Hasan : Tap MPRS No. XXV/1966 Beri Kepastian Hukum dalam RUU HIP
Politik
19 jam yang lalu
Syarief Hasan : Tap MPRS No. XXV/1966 Beri Kepastian Hukum dalam RUU HIP
5
Dugaan Gratifikasi, KPK Tangkap Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya di Jakarta Selatan
Hukum
19 jam yang lalu
Dugaan Gratifikasi, KPK Tangkap Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya di Jakarta Selatan
6
DMI: Kapasitas Masjid Hanya Boleh 40 Persen Saat New Normal
Kesehatan
18 jam yang lalu
DMI: Kapasitas Masjid Hanya Boleh 40 Persen Saat New Normal
Home  /  Berita  /  Riau

Segel Kantor PDIP Riau Dibuka, Kordias: Tidak Ada Perubahan Kebijakan

Segel Kantor PDIP Riau Dibuka, Kordias: Tidak Ada Perubahan Kebijakan
Kordias Pasaribu
Senin, 16 Juli 2018 23:40 WIB
Penulis: Winda Mayma Turnip
PEKANBARU - Pintu gerbang kantor PDIP Perjuangan Provinsi Riau di Jalan Jendral Sudirman, Pekanbaru, Riau yang sebelumnya sempat disegel, kini sudah terbuka lebar. Sebelumnya, pintu gerbang kantor tersebut disegel oleh puluhan Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Provinsi Riau, karena meminta DPP PDIP segera mengangkat Ketua DPD PDIP defenitif dan bukan Rokhmin Dahuri. 

Ketika dikonfirmasi kepada Kordias Pasaribu yang sebelumnya adalah Ketua DPD PDIP Riau, Senin, (16/7/2018), pihaknya membenarkan bahwa kantor PDIP Riau tersebut sudah tidak disegel dan terbuka seperti biasanya. Namun, DPP pusat juga tidak mengubah kebijakan terkait menetapkan Rokhmin Dahuri sebagai ketua defenitif.

Menurutnya, tindakan PAC PDIP beberapa waktu lalu, hanyalah sebuah tindakan yang tidak menjiwai pemahaman seluruh kader. Ia juga meragukan kebenaran seluruh PAC se-Provinsi Riau ikut dalam aksi tersebut.

"Tidaklah, sudah terbuka, itu (penyegelan, red) hanya sebentar saja. Saya kira itu juga bukan PAC se-Provinsi Riau, karena kalau menyebut Riau, berarti ada 12 Kabupaten dan sekitar 166 kecamatan, apakah yang mewakili aksi itu ada 7 kabupaten, atau 50 persen dari anggota kecamatan?" ujar Kordias.

"Ketuanya kan sudah ditentukan secara defenitif, tidak ada diubah - ubah, itu setahu saya," tutupnya. ***

Kategori:Riau, Politik

wwwwww