Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
9 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
8 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
13 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
7 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Riau

Target Retribusi IMB Rp 6,5 Miliar Pelalawan Pesimis Tercapai, Ini Alasannya..

Target Retribusi IMB Rp 6,5 Miliar Pelalawan Pesimis Tercapai, Ini Alasannya..
Suasana pelayanan di kantor BPM-PTSP Pelalawan, Senin (16/7/2018).
Senin, 16 Juli 2018 23:44 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALAN KERINCI - Tahun ini, Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP) Kabupaten Pelalawan mematok target Rp 6,5 miliar untuk pendapatan dari retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Target kita tahun ini Rp 6,5 miliar pertahun, dari retribusi IMB," kata Kabid Perizinan BPM-PTSP Pelalawan, Zulkarnain, Senin (16/7/2018).

Dari target Rp 6,5 miliar, sambungnya, pihaknya pesimis sampai akhir tahun ini, target tersebut dapat tercapai. Banyak faktor penyebab target pendapatan dari retribusi IMB tidak tercapai.

"Banyaknya pengajuan perizinan yang terkendala oleh tata ruang yang sampai sekarang masih tersangkut di Provinsi Riau," ujarnya, kepada GoRiau.com.

Perizinan yang terkendala ini, sebut Zulkarnain, salah satunya pengajuan perizinan pendirian Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Padahal investasi terbesar kedua di Riau berasal dari sektor perkebunan.

"Retribusi besar dari sektor IMB ini seperti pendirian pabrik baru. Sedangkan izin pembangunan properti berupa perumahan tipe 36 untuk 1 hektare dengan 60 unit hanya Rp 9 juta retribusinya," bebernya.

Zulkarnain kembali mengatakan, untuk pendapatan dari retribusi IMB sebesar Rp 6,5 miliar pihaknya pesimis dapat tercapai target. "Untuk mencapai target agak berat, karena beberapa kendala tadi," tandasnya. ***

Kategori:Voli, Riau
wwwwww