Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
23 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
23 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
23 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
23 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
23 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
23 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Riau

Fenomena Langka, Sapi Berkepala Dua Lahir di Rengat Barat Riau

Fenomena Langka, Sapi Berkepala Dua Lahir di Rengat Barat Riau
Sapi berkepala dua yang lahir di Rengat Barat, Indragiri Hulu, Riau
Selasa, 17 Juli 2018 16:04 WIB
RENGAT - Fenomena langka terjadi di Rengat Barat, Indragiri Hulu, Riau. Seekor sapi lahir dengan dua kepala dan bobot sekitar 13-15 kilogram.

"Awalnya saya kira anak sapi ini sudah mati karena lahirannya sangat lama dari jam 10 pagi sampai sore baru lahir. Ternyata yang bikin susah keluar dari induknya itu karena kepalanya ada dua. Ini kuasa Allah," kata Ilham, pemilik sapi berkepala dua ketika dihubungi Antara dari Pekanbaru, Selasa.

Sapi berkepala dua tersebut merupakan milik seorang petani bernama Ilham, 55 tahun, asal Desa Alang Kepayang Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu. Anak sapi berkelamin jantan itu merupakan anak ketiga dari induk betina yang dipelihara Ilham. Sapi berkepala dua itu lahir pada Sabtu (14/7), dan butuh enam jam lebih untuk proses persalinan dari pukul 10.00 hingga 16.30 WIB.

"Biasanya persalinan sapi hanya butuh satu jam, tapi yang ini lama sekali jadi saya kira sudah mati. Tapi ternyata ada hembusan nafas dari hidungnya. Jadi langsung saya sedot lendir yang ada dihidungnya supaya bisa bernafas," kata Ilham yang mengaku sudah pengalaman sebagai peternak sapi.

Sapi tersebut diperkirakan memiliki bobot sekitar 13-15 kilogram, dan kini kesehatannya ditangani oleh seorang petugas peternakan lapangan dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kecamatan Rengat Barat, yang bernama Jebul Suharto.

"Anak sapi ini punya dua kepala yang dempet, tapi lehernya cuma satu. Otaknya ada dua, telinga dua, matanya empat, hidungnya dan mulutnya ada dua. Selebihnya seperti sapi normal," kata Jebul Suharto.

Ia mengatakan indra penglihatan, penciuman dan mulut anak sapi tersebut sejauh ini normal. Empat mata di dua kepala sapi tersebut merespon saat disorot cahaya.

"Lucunya kalau kita beri minum ke satu mulut, sapi dikepala yang satunya lagi minta minum juga," kata Jebul. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:antaranews.com
Kategori:Olympic, Riau
wwwwww