Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sebagian PNS Akan Dipindahkan ke Desa, Ini Kriterianya
Nasional
21 jam yang lalu
Sebagian PNS Akan Dipindahkan ke Desa, Ini Kriterianya
2
Pengungkapan Asal Mula Covid-19: "Saya bisa Menghilang Kapan Saja"
Kesehatan
22 jam yang lalu
Pengungkapan Asal Mula Covid-19: Saya bisa Menghilang Kapan Saja
3
Mendagri Tekankan Disiplin Protokol Kesehatan pada Persiapan Pembelajaran Tatap Muka
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Mendagri Tekankan Disiplin Protokol Kesehatan pada Persiapan Pembelajaran Tatap Muka
4
Padat Karya Kemendes PDTT Sasar 5 Juta Pekerja Desa
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Padat Karya Kemendes PDTT Sasar 5 Juta Pekerja Desa
5
Cyber Indonesia Laporkan Anji ke Polisi
Hukum
22 jam yang lalu
Cyber Indonesia Laporkan Anji ke Polisi
6
Kisah Mualaf Wilfred Hoffman, Publikasikan Buku Menggegerkan Saat Jadi Dubes Jerman di Maroko
Umum
22 jam yang lalu
Kisah Mualaf Wilfred Hoffman, Publikasikan Buku Menggegerkan Saat Jadi Dubes Jerman di Maroko
Home  /  Berita  /  GoNews Group

OSO: Sejarah dan Jasa HMI Tak Bisa Dilpukan

OSO: Sejarah dan Jasa HMI Tak Bisa Dilpukan
Jum'at, 20 Juli 2018 15:49 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PONTIANAK - Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang (OSO) tidak pernah bisa melupakan sejarah, peran dan jasa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) saat menentang dan menumpas komunis di Indonesia. Salah satunya kiprah HMI di Kalimantan Barat (Kalbar).

Oso mengatakan pada 1965 ada posko HMI di Jalan Penjara (sekarang Jalan KHW Hasyim), Pontianak, yang menjadi tempat para mahasiswa melakukan gerakan untuk menumpas perbuatan makar komunis.

"Tahun 1965 tidak bisa saya lupakan sejarah terhadap HMI ini. Dulu ada posko HMI di Jalan Penjara, yang di situlah pusat pembelaan terhadap negara yang dilakukan mahasiswa Islam Indonesia," kata Oso saat membuka Sosialisasi 4 Pilar "Memperkukuh Wawasan Kebangsaan dalam Menjaga Keutuhan NKRI" yang terselenggara atas kerja sama Badan Koordinasi (Badko) HMI Kalbar dengan MPR di Auditorium Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalbar, Jumat (20/7).

Dalam kegiatan yang dihadiri Pimpinan Badan Sosialisasi MPR Bachtiar Ali, itu, Oso mengatakan sejarah ini tidak pernah boleh dilupakan oleh masyarakat, termasuk para kader HMI. Sebab, kata dia, di situlah HMI berjuang melawan gerakan komunisme yang ingin mengganti ideologi Pancasila.

"Di situlah HMI bergerak dan berjuang mempertahankan ideologi Pancasila dari tindakan-tindakan makar komunis. Ini sejarah, dan sejarah tidak bisa dibuang," kata ketua DPD RI itu.

Oso berpesan saatnya sekarang ini tahun kebangkitan generasi muda termasuk kader HMI. Karena itu, Oso berharap HMI bisa memperkuat ketahanan nasional.

"Karena masa depan bangsa ini ada di tangan kalian semua," ungkap Oso disambut tepuk tangan ribuan mahasiswa dan kader HMI.

Oso pun berharap lebih banyak lagi kader-kader HMI yang bisa berkiprah tidak hanya di level nasional, melainkan internasional. "Jangan lupa, nasib bangsa ini ada di tangan kalian semua," kata Oso.

Ketua Badko HMI Kalbar Muhammad Faiz mengatakan Sosialisasi 4 Pilar ini merupakan rangkaian Advance Training HMI. Advance Training ini merupakan pelatihan kader tertinggi di HMI.

Dia menambahkan Advance Training bertujuan menciptakan kader yang bisa menjawab kompleksitas problematika umat dan bangsa.***


wwwwww