Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
2
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
3
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
24 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
7 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
24 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Badminton

OSO: Sejarah dan Jasa HMI Tak Bisa Dilpukan

OSO: Sejarah dan Jasa HMI Tak Bisa Dilpukan
Jum'at, 20 Juli 2018 15:49 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PONTIANAK - Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang (OSO) tidak pernah bisa melupakan sejarah, peran dan jasa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) saat menentang dan menumpas komunis di Indonesia. Salah satunya kiprah HMI di Kalimantan Barat (Kalbar).

Oso mengatakan pada 1965 ada posko HMI di Jalan Penjara (sekarang Jalan KHW Hasyim), Pontianak, yang menjadi tempat para mahasiswa melakukan gerakan untuk menumpas perbuatan makar komunis.

"Tahun 1965 tidak bisa saya lupakan sejarah terhadap HMI ini. Dulu ada posko HMI di Jalan Penjara, yang di situlah pusat pembelaan terhadap negara yang dilakukan mahasiswa Islam Indonesia," kata Oso saat membuka Sosialisasi 4 Pilar "Memperkukuh Wawasan Kebangsaan dalam Menjaga Keutuhan NKRI" yang terselenggara atas kerja sama Badan Koordinasi (Badko) HMI Kalbar dengan MPR di Auditorium Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalbar, Jumat (20/7).

Dalam kegiatan yang dihadiri Pimpinan Badan Sosialisasi MPR Bachtiar Ali, itu, Oso mengatakan sejarah ini tidak pernah boleh dilupakan oleh masyarakat, termasuk para kader HMI. Sebab, kata dia, di situlah HMI berjuang melawan gerakan komunisme yang ingin mengganti ideologi Pancasila.

"Di situlah HMI bergerak dan berjuang mempertahankan ideologi Pancasila dari tindakan-tindakan makar komunis. Ini sejarah, dan sejarah tidak bisa dibuang," kata ketua DPD RI itu.

Oso berpesan saatnya sekarang ini tahun kebangkitan generasi muda termasuk kader HMI. Karena itu, Oso berharap HMI bisa memperkuat ketahanan nasional.

"Karena masa depan bangsa ini ada di tangan kalian semua," ungkap Oso disambut tepuk tangan ribuan mahasiswa dan kader HMI.

Oso pun berharap lebih banyak lagi kader-kader HMI yang bisa berkiprah tidak hanya di level nasional, melainkan internasional. "Jangan lupa, nasib bangsa ini ada di tangan kalian semua," kata Oso.

Ketua Badko HMI Kalbar Muhammad Faiz mengatakan Sosialisasi 4 Pilar ini merupakan rangkaian Advance Training HMI. Advance Training ini merupakan pelatihan kader tertinggi di HMI.

Dia menambahkan Advance Training bertujuan menciptakan kader yang bisa menjawab kompleksitas problematika umat dan bangsa.***

wwwwww