Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
17 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
16 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
17 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
5
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
24 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Badminton

PSI Tuding Pemprov DKI Kurang Serius Gelorakan Asian Games

PSI Tuding Pemprov DKI Kurang Serius Gelorakan Asian Games
Ilustrasi. (net)
Sabtu, 21 Juli 2018 15:10 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Polemik pemasangan bendera negara-negara peserta Asian Games menggunakan bambu di Penjaringan dan pemasangan waring di Kali Item, dekat Wisma Atlet, di Kemayoran, menjadi satu bukti bahwa belum ada upaya menyeluruh dan serius untuk membantu pemerintah pusat menggaungkan ajang olahraga akbar di Asia dalam bentuk Asian Games.

Pemprov DKI masih menerapkan upaya instan dalam menutupi kelemahan pembangunan.

Menurut politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Andi Anggana, yang dilakukan Pemprov DKI bukan kegiatan holistik dalam rangka membantu pemerintah pusat menjadi tuan rumah Asian Games.

Pemprov DKI tidak dari awal mengerjakan, sehingga kurang dari sebulan pelaksanaan, yang gencar dilakukan hanya upaya spontan dan instan. "Masalahnya, di tingkat pusat, Asian Games menjadi prioritas. Nah, di tingkat Pemprov, kerja-kerja yang dilakukan terlihat spontanitas dan ingin instan saja," ujar politisi muda Jakarta ini kepada GoNews.co, Sabtu (21/7/2018).

Ia menyebut kegiatan Pemprov untuk menambal sulam gairah Asian Games 2018 di Jakarta terlihat tidak serius.

"Ini kenapa yang ada hanya tampak artifisial, dimunculkan sedang mengerjakan, tapi akhirnya menjadi polemik karena penanganan yang tidak maksimal," paparnya.

Salah satu contoh dalam pemakaian waring untuk mengatasi bau di Kali Item yang di nilainya kurang optimal. "Apa baunya hilang, tidak. Apa air sungainya berubah warna, tidak. Masalahnya selesai, tidak. Hanya ditutupi saja," tuturnya.

Apalagi, menurut lulusan FISIP UIN Jakarta ini, masalah lingkungan Kali Item sudah lama terjadi. Ini berarti ada proses pembiaran, entah karena masalah prioritas penyelesaian atau masalah lainnya.

"Intinya, Pemprov sudah tahu dari dulu, kenapa baru sekarang mulai dibenahi? Apa memang mereka tidak tahu bahwa akan ada pelaksanaan Asian Games 2018?," imbuhnya.

Dengan adanya kejadian ini, ia menyarankan, Pemprov DKI harus lebih maksimal lagi, mengingat waktu pelaksanaan Asian Games tinggal tiga minggu lebih.

Jika dalam beberapa hari ke depan, kerja Pemprov DKI belum maksimal dalam upaya menciptakan kondisi layak Jakarta bagi pelaksanaan Asian Games 2018. Menurutnya, Jakarta akan dicap kurang baik di even olahraga terbesar di Asia ini.

"Pertaruhannya di nasional. Bukan lagi sektoral Jakarta. Banyak pers yang datang nanti, artinya, Jakarta harus siap dengan segalanya," ujarnya.

Ia berharap, masalah-masalah yang menjadi polemik itu sebagai pelajaran berharga bagi Pemprov DKI untuk lebih dini dan menyeluruh mengatasi masalah daripada membuat tampak indah di muka. ***

wwwwww