Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
14 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
5
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
15 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Sumatera Barat

Setelah Gempa 4,7 SR di Mentawai, Sumbar Diguncang 6 Kali Gempa Susulan

Setelah Gempa 4,7 SR di Mentawai, Sumbar Diguncang 6 Kali Gempa Susulan
Ilustrasi
Sabtu, 21 Juli 2018 11:02 WIB
PADANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi enam kali gempa susulan dengan kekuatan di bawah 4,7 Skala Richter yang berpusat di Mentawai, Sumatera Barat setelah daerah itu diguncang gempa pada Sabtu dinihari pukul 02.58 WIB.

"Hingga pukul 05.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan terjadi enam kali aktivitas gempa bumi susulan dengan kekuatan kekuatan yang paling besar 4,7 SR," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono saat dihubungi dari Padang Sabtu.

Menurut dia pusat gempa bumi pertama berada pada koordinat 1,73 lintang selatan dan 99,81 bujur timur atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 44 kilometer arah timur laut Kota Tua Pejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, pada kedalaman 23 kilometer.

Ia memaparkan gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi dipicu oleh penyesaran naik," ujarnya.

Rahmat menyampaikan dampak gempa bumi berdasarkan peta tingkat guncangan menunjukkan bahwa gempa dirasakan antara lain di daerah Padang pada skala III MMI dan Pariaman pada skala II - III MMI.

Hal ini sesuai dengan hasil laporan masyarakat bahwa gempa bumi ini dirasakan di Padang, Pariaman, dan kepulauan Mentawai II-III MMI.Kepada masyarakat ia mengimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Sementara Kabag Humas Kementerian Agama Sumbar Efrianto menyampaikan tidak ada kerusakan di Asrama Haji Tabing Padang akibat gempa.

"Saat gempa terjadi jamaah kloter V yang berada di asrama sebagian keluar bangunan, tapi tidak ada laporan jamaah yang trauma," kata dia. ***

Editor:Arie RF
Sumber:rilis.id
Kategori:Sumatera Barat, Olympic
wwwwww