Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
13 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
14 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Home  /  Berita  /  Riau

Dapat Reward Rp100 Juta, Kelurahan Langgam Manfaatkan untuk Perbaikan Rumah Ibadah

Dapat Reward Rp100 Juta, Kelurahan Langgam Manfaatkan untuk Perbaikan Rumah Ibadah
Lurah Langgam, Maitizan
Jum'at, 27 Juli 2018 00:15 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALANKERINCI - Mendapatkan reward Rp 100 juta dari program desa bebas api atau Free Fire Village Program (FFVP) PT RAPP, Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau gunakan dananya untuk perbaikan rumah ibadah.

"Kita manfaatkan dananya untuk infrastruktur, perbaikan rumah ibadah," kata Lurah Langgam, Maitizan, Kamis (26/7/2018) usai menerima reward di Bandara Sultan Syarief Haroen Setia Negara, Pelalawan Airstrip, Pangkalan Kerinci, Kamis (26/7/2018).

Selain dimanfaatkan untuk perbaikan musala, sebut Maitizan, reward yang berhasil diperoleh tahun 2017 lalu tersebut juga dimanfaatkan untuk melengkapi meubeler di aul kantor kelurahan.

"Selain perbaikan infrastruktur tadi, reward juga digunakan untuk membeli meubeler untuk melengkapi di aula kelurahan," ucapnya.

Maitizan berharap, program desa bebas api yang digulirkan oleh PT RAPP terus berjalan. Selain bermanfaat bagi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), program desa bebas api menjadi pemacu masyarakat untuk menjag lingkungannya dari kebakaran.

"Harapannya program terus berjalan. Kita terus melakukan sosialisai ke masyarakat untuk dapat mempertahankan reward ini," katanya.

Fire Prefention Manager PT RAPP, Sailal Arimi memyampaikan, program desa bebas api telah berjalan selama kurun waktu empat bulan dan program tersebut akan terus dipertahankan.

"Kita akan mempertahankn program ini terus belanjut, karena pncegahan tidak ada hentinya. Sehingga kedepan tetap tidak terjadi Karhutla lagi di wilayah Riau," ujarnya.

Menurut Sailal, program desa bebas api mencakup berbagai program. Pertama Fire Aware Community (FAC) dengan konsep penyadaran dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat dalam pencegahan Karhutla, kabut asap dan kesehatan. "FAC telah mencakup 50 desa di 5 kabupaten," imbuhnya.

Lanjutnya, program lainya yakni Free Fire Village (FFV). Lima program komprehensif dengan keterlibatan langsung masyarakat dalam menggeser ketergantungan pada api sebagai alat pengolahan lahan.

"Terakhir, Fire Resilient Community (FRC). Program pendampingan berkelanjutan degan keterlibatan masyarakat yang telah mengikuti FFV selama 2 tahun," tandasnya.

Dikatakan Sailal Arimi, cakupan program desa bebas api tersebut selaras dalam mendukung perhelatan Asian Games. "Ini selaras dalam mendukung Asian Games, perusahaan turut mensukseskan tanpa Karhutla dan asap," pungkasnya, kepada GoRiau.com. ***

Kategori:Voli, Riau, PON
wwwwww