Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
18 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
18 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
18 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
18 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

Ketua MPR: Kita Harus Bersatu Untuk Memperjuangkan Kepentingan Masyarakat

Ketua MPR: Kita Harus Bersatu Untuk Memperjuangkan Kepentingan Masyarakat
Sabtu, 28 Juli 2018 18:00 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Dihadapan 800 orang peserta pembukaan ijtimak ulama dan tokoh nasional, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menegaskan, kemerdekaan Indonesia adalah buah dari perjuangan dan pengorbanan para ulama.

Itu dibuktikan dengan banyaknya ulama yang menjadi pahlawan. Antara lain, Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol, KH. Ahmad Dahlan hingga Hasyim Asy'ari.

Sayangnya, setelah Indonesia lepas dari penjajahan, peran ulama dipinggirkan. Ulama hanya boleh mengurusi persoalan agama. Tetapi tidak diizinkan terlibat dalam persoalan politik, ekonomi dan kebudayaan.

"Akibatnya kita terpuruk, kekayaan alam dikuasai hanya oleh segelintir orang saja. Ketimpangan terjadi, pekerja asing terus bertambah, sementara pengangguran juga tak bisa dikurangi. Kita kembali dijajah, tapi kali ini oleh penjajahan modern", kata Zulkifli Hasan menambahkan.

Pernyataan itu disampaikan Ketua MPR, saat memberikan sambutan pada pembukaan Ijtimak Ulama yang berlangsung di Hotel Menara Peninsula Jakarta, Jumat (27/7).

Ikut hadir pada acara tersebut para ulama, tokoh nasional dan ketua-ketua partai Politik. Ijtimak ulama sendiri akan berlangsung 27-29 Juli, membahas persoalan terkini menyangkut kehidupan sosial, ekonomi dan politik terkini.

Beruntung, gerakan reformasi telah membuka pintu keterlibatan ulama dibidang ekonomi, politik dan kebudayaan. Reformasi juga membuka kesempatan bagi masyarakat, ikut menentukan pemimpinnya sendiri. Sayangnyan kekuatan umat Islam yang begitu besar, belum mampu dikonversi menjadi kekuatan politik yang bisa memberi keuntungan bagi masyarakat banyak.

"Kita harus bersatu agar dapat memperjuangkan kepentingan umat. Jadi kuncinya adalah persatuan", kata Zulkifli menambahkan.

Karena itu, Zulkifli berharap, Ijtimak ulama bisa menyatukan umat dalam nafas dan narasi. Menyatukan umat Islam yang tercerai. Dan menyatukan umat Islam dengan kebangsaan, sehingga bisa sejalan.

"Persatuan bukan hanya untuk kepentingan pilkada dan pilpres. Tetapi persatuan untuk memperjuangkan tercapainya baldatun toyyibatun wa robbun Ghofur yaitu negeri yang subur, makmur, adil dan aman," pungkasnya.***

wwwwww