Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
21 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
20 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
20 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Riau

Realisasi Pendapatan Daerah Turun Rp29 Miliar, Fraksi Nasdem Plus DPRD Inhil Minta Bupati Perhatikan Kinerja OPD

Realisasi Pendapatan Daerah Turun Rp29 Miliar, Fraksi Nasdem Plus DPRD Inhil Minta Bupati Perhatikan Kinerja OPD
Muhaimin
Sabtu, 28 Juli 2018 13:49 WIB
Penulis: Rida Ayu Agustina
TEMBILAHAN - Fraksi Nasdem Plus, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhil, Riau meminta Bupati untuk lebih meningkatkan dan memperhatikan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pernyataan tersebut menyusul dengan turunnya realisasi Pendapatan Daerah pada APBD tahun 2017 sebesar Rp29 miliar.

"Penurunan pendapatan daerah turun sebesar Rp29 miliar lebih atau sekitar 1,64 persen dibanding dengan realisasi pendapatan Daerah di tahun 2016," jelas Muhaimin, juru bicara Fraksi Nasdem Plus DPRD Inhil.

Penurunan Pendapatan Derah ini, dikatakan Muhaimin harus menjadi catatan penting bagi Kepala Daerah untuk lebih meningkatkan dan memperhatikan Kinerja SKPD terkait. 

Seperti rendahnya realisasi penarikan Pajak dan Retribusi daerah, dikatakannya menampakkan bahwa kinerja penertiban dan pengawasan terhadap penarikan Pajak dan retribusi masih lemah meski dalam pelaksanaan penarikan Pajak dan retribusi bersifat mengikat.

"Fraksi kami menilai rendahnya kualitas sistem pengendalian intern Pemkab Inhil dalam sektor penerimaan PAD sehingga memunculkan potensi tidak dapat diperolehnya PAD secara maksimal, Rendahnya daya inovasi dan kreativitas dari OPD dalam menggali dan merealisasikan target PAD, Rendahnya pengawasan di lapangan, sehingga menyebabkan potensi-potensi PAD tidak dapat digali secara maksimal," tegasnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Inhil, Said Syarifuddin mengaku sependapat dengan saran Fraksi Nasdem Plus bahwa untuk mencapai peningkatan realisasi penerimaan pajak dan retribusi daerah harus lebih meningkatkan penertiban dan pengawasan terhadap penarikan pajak. 

"Kedepannya kami akan berupaya melakukan inovasi dan meningkatkan kreativitas untuk menggali dan merealisasikan target dan potensi pad secara maksimal," tukas Said Syarifuddin. (adv)

wwwwww