Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
24 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
24 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
10 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
5
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
5 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
6
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
23 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Riau

Ribuan Warga Tumplek Nonton Wayang, Bagus: Paguyuban Jawa Bengkalis Model Pembinaan Seni Budaya yang Berhasil

Ribuan Warga Tumplek Nonton Wayang, Bagus: Paguyuban Jawa Bengkalis Model Pembinaan Seni Budaya yang Berhasil
Minggu, 29 Juli 2018 20:14 WIB
BENGKALIS - Persatuan pedalangan Indonesia ( Pepadi ) Riau memberikan penghargaan kepada Paguyuban Keluarga Jawa ( PKMJ) Kabupaten Bengkalis atas prestasi dan dedikasinya dalam melakukan pembinaan dan melestarikan seni dan budaya daerah sehingga berhasil mencetak sosok seniman Dalang Kondang tingkat Nasional Aditya Sapitra Gondo Darsono.

“Paguyuban Jawa Bengkalis menjadi model atau contoh kekompakan, guyub rukun sesama anggota dan pemerintah tandanya berhasil membina putera Bengkalis Aditia menjadi seniman kondang tingkat nasional, ini sebuah kebanggaan bagi warga paguyuban di Riau dan tentu bernilai manfaat untuk membangub Kabupaten Bengkalis,'' kata Bagus Santoso Wakil Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Riau saat menyampaikan kata sambutan pada acara gebyar hiburan memperingati HUT Kabupten Bengkalis ke 506 di panggung terbuka Lapangan Tugu Bengkalis (28/7/2018).

Terkait dengan pengaduan dan keluh kesah terhadap kondisi ekonomi masyarakat Bengkalis kepada masyarakat kabupaten Bengkalis khususnya keluarga besar paguyuban Jawa agar tetap semangat dan menghadapinya dengan berkarya dan bekerja lebih giat. Seperti diketahui faktor ekonomi menjadi persoalan yang serius tidak hanya dihadapi oleh pemerintah daerah tetapi juga pemerintah pusat Jakarta.

''Kita tidak bisa begitu saja menyalahkan pemerintah daerah kenapa kondisi perekonomian tidak segairah tahun- tahun sebelumya, ternyata dana bagi hasil yang menjadi andalan pendapatan untuk membangun daerah berkurang dan terlambat masuk ke kas daerah,'' jelas Bagus Santoso yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Riau utusan dari Bengkalis.

Sementara itu ketua paguyuban jawa kabupaten Bengkalis Mashuri Bagong menyatakan sepakat antara paguyuban dan pemerintah saling memberikan dukungan untuk kemajuan pembangunan. Sedangkan terkait dengan paguyuban dalam tahun ini paguyuban jawa Bengkalis merencanakan pembangunan pendopo yang sudah berjalan 1 tahun akan segera dirampungkan.

''Insyaallah pendopo sebagai sanggar sekaligus  wisma untuk masyarakat terutama anggota paguyuban jawa bisa selesai pada tahu 2019, mohon doa restunya,'' kata Bagong yang juga menjabat Ketua Kadin Bengkalis.

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang ditampilkan paguyuban jawa Bengkalis berlangsung tidak kurang dari seribuan orang padat memenuhi lapangan Tugu Bengkalis. Nampak hadir pada acara tersebut diantaranya Dinas Pariwisata, Kapolres Bengkalis, Danramil, ketua paguyuban kecamatan se kabupaten Bengkalis.

Selain wayang kulit juga di dimeriahkan pesinden dari solo Mamik Indrayani dan kawan kawan. Dalang kondang Aditya seniman nasional dari Bengkalis memukau ribuan penonton dengan mengangkat lakon Janoko mintorogo. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Olympic, Riau, PON
wwwwww