Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
24 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
17 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
19 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
21 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
16 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
19 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Riau

Meski Harga Ayam Terus Melambung, Permintaan Konsumen di Dumai Tetap Tinggi

Meski Harga Ayam Terus Melambung, Permintaan Konsumen di Dumai Tetap Tinggi
Ilustrasi
Senin, 30 Juli 2018 19:11 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
DUMAI - Harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional Kota Dumai, Riau terus melambung. Sejak Ramadan 1439 hijriah hingga kini harganya masih rata-rata Rp33 ribu hingga Rp36 ribu perkilogram. Warga risau harga ayam potong ini menjelang Idul Adha tidak ada penurunan.

Meski demikian, masyarakat tetap memburu komoditas itu sebagai menu makanan favorit keluarga khususnya anak-anak dan untuk acara-acara besar. Pedagang di pasar mengaku permintaan ayam tetap tinggi dari biasanya bahkan mencapai 2 kali lipat.

"Sejak harga ayam naik bulan puasa kemarin, sampai sekarang belum ada turun seperti harga sebelumnya yakni Rp25 ribu perkilogram. Adapun turun, hanya kisaran Rp2 ribu saja. Tapi, walaupun begitu, penjualan sekarang justru meningkat dari biasanya," kata Ardian kepada GoRiau.com, Senin (30/7/2018).

Dalam sehari, pedagang bisa menjual sekira 200 kilogram daging ayam, dari sebelumnya hanya berkisar 100 hingga 150 kilogram. Meski permintaan tinggi, namun tak serta merta membuat keuntungan pedagang berlipat ganda, karena harga kulakan dari perusahaan juga sudah naik.

''Kalau saya ini kan pedagang kecil. Jadi kulakan di pasar lalu dijual lagi di rumah. Keuntungan ya tentu saja kami tidak berani ambil banyak, agar dagangan kita laku. Meski sebenarnya, warga juga tetap membeli meski berat sekali harganya,'' terang Ardian saat ditemui di pasar.

Diperkirakan, kenaikan harga sejumlah komoditas pangan termasuk daging ayam akan terus melambung jelang Idul Adha. Meski kenaikan harga ini dikeluhkan pembeli dan pedagang-pedagang kecil, namun mereka tak punya pilihan beralih ke komoditas lain.

''Beratlah, karena kalau harga-harga terus naik. Tapi ya gimana lagi, kita tidak punya pilihan. Anak-anak suka daging ayam. Belum lagi yang menjual bakso bakar, rata-rata dari daging ayam semua, jarang yang daging sapi," kata seorang pembeli, Sukinah menambahkan. ***

Kategori:Ekonomi, Riau
wwwwww