Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
14 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
13 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
13 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
12 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
6
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
6 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Home  /  Berita  /  Riau

Dituding Merusak Habitat Ikan Lokal, Warga Keluhkan Parit Besar Memotong Sungai Segati

Dituding Merusak Habitat Ikan Lokal, Warga Keluhkan Parit Besar Memotong Sungai Segati
Kondisi parit yang memotong sungai Segati yang dibuat oleh perusahaan.
Selasa, 31 Juli 2018 00:50 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALANKERINCI - Masyarakat di Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan keluhkan parit besar yang sengaja dibuat oleh perusahaan. Keberadaan parit besar dianggap merusak habitat ikan lokal di Sungai Segati.

Parit besar dengan panjang lebih dari 100 meter tersebut dibuat memotong Sungai Segati yang berada di tengah perkebunan kelapa sawit milik PT Mitra Unggul Perkasa (MUP).

"Perusahaan sengaja membuat parit besar yang memotong sungai, sehingga mematikan Sungai Segati," ujar Anas, kepada GoRiau.com, Senin (30/7/2018).

Diungkapkan warga Segati ini, jika musim panas maka Sungai Segati bisa dipastikan kering, lantaran parit yang dibuat oleh perusahaan berdiameter besar dan lebih dalam.

"Otomastis air sungai kering kalau musim panas, lebih dalam Parit daripada sungai. Parit ini sudah cukup lama dibuat oleh perusahaan," ungkapnya.

Masyarakat mempertanyakan keberadaan parit yang sengaja dibuat memotong sungai bahkan lebih dalam dari sungai.

Anas menyampaikan keinginan masyarakat Desa Segati, agar perusahaan segera menutup kembali parit yang telah dibuat oleh perusahaan.

"Perusahaan sudah mengalih fungsikan dan mematikan Sungai Segati, kita minta parit ditutup agar ikan lokal dapat tetap berkembang biak tanpa terganggu oleh aktifitas perkebunan," tandasnya. ***

Kategori:Olympic, Riau, PON
wwwwww