Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
24 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
18 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
18 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
17 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
18 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
17 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Polres Belawan Terkesan Lamban Tangani Kasus Perampokan Indomaret 

Polres Belawan Terkesan Lamban Tangani Kasus Perampokan Indomaret 
Polres Pelabuhan Belawan terkesan lamban menangani kasus perampokan Gerai Indomaret Jalan Kolonel Yos Sudarso beberapa bulan lalu.
Selasa, 31 Juli 2018 10:12 WIB
Penulis: TIM
BELAWAN- Polres Pelabuhan Belawan terkesan lamban menangani kasus perampokan Gerai Indomaret Jalan Kolonel Yos Sudarso  yang terjadi beberapa bulan lalu.

Hal tersebut dikatakan praktisi hukum Sumut M Yasir Silitonga SH MH kepada GoSumut ketika dimintai tanggapannya perihal belum terungkapnya kasus perampokan Indomaret yang terjadi di Simpang Kantor, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan pada Sabtu 7 April 2018 lalu.

"Polres Pelabuhan Belawan kan sudah memeriksa beberapa bukti dan sejumlah keterangan saksi. Seharusnya sudah bisa menentukan sikap untuk mengungkap bukan didiamkan begitu saja," kata M Yasir Sitonga SH MH lewat pesan Aplikasi WhatsApp, Senin (30/7/2018). 

Yasir menyebut, mengungkap kasus tersebut bukan lagi hal yang sulit bagi pihak Kepolisian. 

"Jadi, mengungkap kasus tersebut sepertinya bukan hal yang sulit bagi Polres Pelabuhan Belawan. Karena, alat yang dipergunakan polisi untuk mengungkap aksi kejahatan tersebut sudah canggih," sebut M Yasir.

Selain itu, kata Yasir Polres pimpinan AKBP Ikhwan Lubis itu juga dianggap melakukan pembiaran terhadap kasus tersebut. Tudingan itu bukan tanpa alasan. Sebab, hingga kini, Polres Pelabuhan Belawan belum berhasil mengungkap kasus perampokan yang menyebabkan kerugian ratusan juta rupiah. Padahal, petunjuk terkait kasus perampokan tersebut tidaklah minim.

“Dari hasil rekaman CCTV,  kan sudah jelas tergambar ciri-ciri pelaku dan bentuk senjata yang digunakan. Tapi mengapa polisi masih belum mampu mengungkapnya,” tanya Yasir. 

Oleh karenanya, Yasir menjelaskan jika Polres Belawan mendiamkan kasus itu, apalagi sampai tidak terungkap, ini akan berakibat fatal bagi pengusaha-pengusaha di lingkungan tersebut. 

"Jadi, kalau didiamkan begitu saja, pelaku kejahatan akan semakin merajalela dalam melancarakan aksinya. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan tindak kejataan yang meresahkan masyarakat semakin meningkat yang dan hal itu tentu membuat para pengusaha serta warga masyarakat resah," jelasnya. 

Dengan demikian, Yasir menegaskan pihak kepolisian agar serius menangani kasus perampokan itu, sehingga pelaku segera bisa tertangkap.

"Kita minta kepada Kapolres Belawan untuk segera menuntaskan kasus tersebut dengan menangkap pelakunya. Sebab jika tidak, masyarakat tidak akan percaya kepada polisi," tegasnya.  

Terpisah, Kabid Humas Poldasu, Kombes Tatan Dirsan Atmaja ketika dikonfirmasi perihal kasus perampokan tersebut mengaku pihaknya masih melakukan penyelidikan. 

"Masih dalam penyelidikan bang. Kasusnya belum terungkap," ujar Tatan. 

Mengenai apakah ada kendala dalam menangani kasus tersebut, mantan Wakpolrestabes Medan ini mengatakan saksi tidak mengetahui ciri-ciri pelaku.

“Sangat disayangkan, karena saksi tidak mengetahui ciri-ciri dari pelaku perampokan,” katanya.

Sementara saat ditanya perihal rekaman CCTV yang sudah diambil pihak kepolisian untuk diperiksa sebagai bukti pendukung penyelidikan perampokan tersebut, Alumnus Akpol Tahun 1996 ini hanya berkomentar pendek.

“Ia, kita upayakan segera diungkap. Makasih,” jawabnya singkat.

Editor:Sisie
Kategori:Sumatera Utara, Beladiri, Olympic, PON
wwwwww