Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
24 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
3
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
23 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
4
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
7 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
9 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Home  /  Berita  /  Badminton

Anthony Berharap Ulangi Prestasi di Nanjing

Anthony Berharap Ulangi Prestasi di Nanjing
Rabu, 01 Agustus 2018 00:10 WIB
Penulis: Azhari Nasution
NANJING - Kota Nanjing ternyata punya kesan tersendiri bagi Anthony Sinisuka Ginting. Pemain asal klub SGS PLN Bandung ini meraih medali perunggu Youth Olympic 2014 yang diselenggarakan di Nanjing, ibukota provinsi Jiangsu, Tiongkok.

Empat tahun kemudian, Anthony kembali ke Nanjing di turnamen level senior dalam kejuaran paling bergengsi, World Championships 2018.

Ia berharap dapat mengulang suksesnya, minimal sama dengan empat tahun lalu.

"Iya waktu tiba di Nanjing, teringat empat tahun lalu, kota ini memang berkesan buat saya. Mudah-mudahan sekarang bisa dapat hasil yang bagus, minimal sama dengan empat tahun lalu, dapat perunggu," ujar Anthony.

Anthony melewati rintangan pertama dengan menyingkirkan Suppanyu Avihingsanon (Thailand), dengan skor 21-19, 21-14. Game pertama berlangsung cukup alot, kedua pemain terus berkejaran angka hingga poin-poin kritis.

"Memang agak ramai di game pertama, karena masih menyesuaikan dengan permainan lawan. Walaupun saya sudah pelajari permainannya lewat video, tapi di lapangan pasti beda lagi. Beberapa kali saya salah antisipasi baca pengembalian lawan," ungkap Anthony.

Di babak kedua, Anthony kemungkinan besar akan bertemu dengan Kanta Tsuneyama dari Jepang.  Ini merupakan pertemuan pertama Anthony dan Tsuneyama di pertandingan level senior. Di level junior, Anthony unggul 2-1 dalam skor pertemuannya dengan Tsuneyama.

Pada ajang Asia Junior Championships 2014, Anthony dikalahkan Tsuneyama dengan skor 13-21, 15-21. Anthony kemudian membalas di World Junior Championships 2014 dengan skor 21-13, 21-5.

Pada babak perempat final Youth Olympic 2014, Anthony kembali mengalahkan Tsuneyama dengan laga rubber game, 21-8, 14-21, 21-12.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Non Olympic, Olympic, Badminton
wwwwww