Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
5 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
5 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
5 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
4 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Riau

Sanggup Biayai Gedung Polda dan Kejati Riau Rp266 Miliar tapi Pemprov Belum Bayarkan Insentif ke-13, Dewan Kecewa

Sanggup Biayai Gedung Polda dan Kejati Riau Rp266 Miliar tapi Pemprov Belum Bayarkan Insentif ke-13, Dewan Kecewa
Rabu, 01 Agustus 2018 16:26 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau belum juga membayarkan insentif ke-13 sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) padahal Pemprov lagi banyak uang dan terlihat dari kemampuan membangun gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Mapolda Riau Rp 266 miliar. Tidak didahulukannya pembayaran insentif ini membuat kecewa anggota DPRD Riau.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi I DPRD Riau, Taufik Arrakhman saat dikonfirmasi soal terlambatnya pembayaran insentif ini mengatakan pihaknya menyayangkan jika memang tidak ada dilakukan pembayaran tunjangan kinerja tersebut kepada ASN dilingkup Pemerintah Provinsi Riau.

"Kalau memang terlambat dibayarkan, ya diinformasikan. Agar ASN yang menunggu tidak menduga-duga dan menunggu tanpa kepastian," kata Taufik.

Dikatakannya, pihak Pemprov Riau harus memberikan kejelasan terkait tunjangan kinerja tersebut, sehingga para pegawai tidak penasaran dan terus bertanya-tanya. 

"Mereka (asn, red) punya keluarga, punya kebutuhan yang harus dibayarkan. Jika tidak ada kejelasan tentu mereka akan terus menunggu tanpa ada kata pasti," ujarnya. 

Terkait adanya isu dan wacana tunjangan tersebut akan terkena dampak defisit dan akan dirasionalisasi, menurut Taufik hal tersebut harus dibicarakan dengan pihak DPRD Riau dan harus dengan persetujuan DPRD Riau. 

"Karena APBD itu adalah Peraturan Daerah (Perda), dan tidak boleh diubah sendiri, harus melalui DPRD dan harus saat APBD Perubahan nantinya," ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemprov Riau sudah membiayai pembangunan gedung Kejati Riau senilai Rp 94 miliar dan Gedung Mapolda Riau Rp 172 miliar. Total pembangunan keduanya adalah Rp 266 miliar. Kedua instansi ini merupakan instansi vertikal yang pendanaannya menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.***

wwwwww