Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
22 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
22 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
22 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
22 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
22 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
21 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Badminton
Laporan Langsung dari Lokasi Bencana Gempa Lombok

Selain Makanan, Korban Gempa Lombok Timur Sangat Butuh Obat-obatan dan Selimut

Selain Makanan, Korban Gempa Lombok Timur Sangat Butuh Obat-obatan dan Selimut
Salah satu korban luka yang menghuni tenda pengungsian di Lombok Timur. (Muslikhin/GoNews.co)
Rabu, 01 Agustus 2018 10:33 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
LOMBOK TIMUR - Meski berbagai lembaga kemanusiaan, pemerintah dan ormas terus menyalurkan bantuan, namun korban gempa di Lombok Timur saat ini masih memerlukan bantuan.

Kebutuhan yang mendesak saat ini adalah air bersih, permakanan siap saji, selimut, terpal, MCK, trauma healing, obat-obatan dan kebutuhan dasar lainnya.

Dari pantauan GoNews.co pada saat peninjauan korban gempa yang dilakukan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah di Desa Obel-obel dan Desa Madayin, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, rata-rata korban mengalami trauma berat.

Saat ini, dibeberapa posko masih terlihat kekurangan logistik, khususnya kebutuhan sehari-hari seperti makanan dan sandang. Bahkan ada beberapa anak-anak yang hanya bisa menikmati mie instan.

"Sudah tiga hari ini bantuan kebanyakan mie instan, tapi alhamdulillah kami masih bisa makan," tutur Achmad salah satu korban yang mengungsi di tenda darurat.

Saat ini kata dia, selain makanan, warga juga sangat membutuhkan 'trauma healing' guna memulihkan kepercayaan diri warga. "Kami masih ketakutan. Karena gempa-gempa susulan masih sering terjadi. Apalagi ada beberapa tetangga yang meningal dunia, secara otomatis membuat kami trauma berat," tandasnya.

Sementara itu, pada saat meninjau beberapa lokasi terdampak bencana, selain memberikan bantuan sembako dan uang tunai, Fahri Hamzah dan rombongan juga memberikan motivasi agar warga tidak takut dan kembali beraktifitas seperti biasa.

"Kita harus ingat, ketika lahir semua tidak ada yang membawa apa-apa dari rahim ibu. Jadi ketika kita nanti dipanggil Allah, semua yang ada di dunia ini juga bakal kita tinggalkan. Artinya, kita tidak boleh sedih terus-menerus. Mari sama-sama bangkit dan gotong royong untuk membersihkan sisa-sisa bangunan yang rusak," ujar Fahri.

"Untuk anak-anak, saya minta kembali ke sekolah. Kalian tidak boleh putus belajar. Meski gedung sekolah kalian rusak, bapak-bapak dari BNPB dan lembaga lain sudah mendirikan sekolah darurat di tenda-tenda, ini harus dimanfaatkan," papar Fahri.

Dalam kesempatan itu, Fahri juga mendesak pemerintah, agar segera menuntaskan dan menyalurkan bantuan nyata ke para korban. "Khususnya bantuan fisik atau rumah. Karena ada beberapa warga yang rumahnya hancur rata dengan tanah. Ini prioritaskan dahulu," pungkas Fahri.

Fahri juga menjelaskan, bahwa potensi bahaya yang mungkin terjadi selain gempa bumi, di Lombok Timur yaitu gerakan tanah. "Berdasarkan laporan yang saya terima, pihak PVMBG telah melakukan pemetaan di beberapa wilayah. Titik yang terjadi kerusakan tanah karena proses deformasi atau gerakan tanah sebaiknya tidak digunakan pembangunan kembali rumah rusak berat," pungkasnya.***

wwwwww