Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
8 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
8 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
8 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
8 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Badminton

Taufik Kurniawan Minta Status Gempa Lombok Dijadikan Bencana Nasional

Taufik Kurniawan Minta Status Gempa Lombok Dijadikan Bencana Nasional
Sabtu, 11 Agustus 2018 20:27 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) telah terjadi lebih dari 800 getaran. Bahkan, telah terjadi dua kali gempa terbesar yang dirasakan masyarakat, yakni 6,4 Skala Richter pada 29 Juli dan 7 Skala Richter pada 5 Agustus. Bahkan, gempa ini telah menimbulkan banyak korban. Sejauh ini tercatat 381 orang meninggal dunia.

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan meminta pemerintah untuk meningkatkan status gempa Lombok menjadi bencana nasional. Pasalnya, dengan jumlah ratusan masyarakat yang telah menjadi korban, serta banyak infrastruktur dan sarana publik yang rusak, bantuan harus diupayakan secara maksimal.

"Kita melihat pemerintah belum menjadikan gempa Lombok sebagai bencana nasional. Padahal dengan jumlah korban yang mencapai ratusan, dan banyaknya infrastruktur yang rusak, sudah selayaknya musibah ini statusnya menjadi nasional. Ini dalam kaitan agar penanganan yang dilakukan bisa lebih cepat dan maksimal," tegas Taufik ketika dihubungi via telepon, Sabtu (11/8/2018).

Pimpinan DPR RI Koordinatior Bidang Ekonomi dan Keuangan itu pun menilai, jika penanganan tidak dilakukan secara maksimal, selain berdampak kepada masyarakat NTB, namun juga dunia pariwisata.

Pasalnya, beberapa kawasan di NTB sedang diperkenalkan sebagai destinasi pariwisata halal. Misalnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika. Bahkan, Gili Trawangan pun sudah dikenal luas.

"Kita terus mendorong pemerintah untuk mengupayakan penanganan yang terbaik untuk Lombok. Recovery harus segera dilakukan. Sehingga, secepatnya masyarakat dapat bangkit kembali, dan pariwisata di sana tidak terdampak secara serius, dan tetap bisa mendatangkan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara," tandas Waketum PAN itu.

Beberapa hari lalu dilaporkan, gempa itu telah merenggut 381 korban jiwa. Korban luka-luka berjumlah 1.033 orang, terdiri atas 672 orang luka berat dan 361 orang mengalami luka ringan. Sebanyak 22.721 unit rumah rusak akibat gempa, terdiri atas 9.220 unit rumah rusak berat, 723 unit rumah rusak sedang, dan 12.778 unit rumah rusak ringan. Sebanyak 270.168 orang harus mengungsi.***

wwwwww