Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
Ekonomi
18 jam yang lalu
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
2
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
18 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
3
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
4
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
Politik
17 jam yang lalu
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
5
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
Peristiwa
18 jam yang lalu
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
6
WOM Kembalikan Motor Ojol yang Sempat Ditarik
Ekonomi
14 jam yang lalu
WOM Kembalikan Motor Ojol yang Sempat Ditarik
Home  /  Berita  /  Riau

Banyak Pemilih Ganda saat Pilkada, Komisi I DPRD Inhil Panggil KPU

Banyak Pemilih Ganda saat Pilkada, Komisi I DPRD Inhil Panggil KPU
RDP Komisi I DPRD Inhil bersama KPU dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Minggu, 12 Agustus 2018 10:07 WIB
Penulis: Rida Ayu Agustina
TEMBILAHAN - Banyaknya permasalahan yang terjadi saat Pemilahan Gubernur Riau dan Bupati Inhil, membuat Komisi I DPRD Inhil memanggil Komisi Pemilihan Umum (KPU) Inhil.

"Permasalahan yang dimaksud adalah banyaknya ditemui data pemilih ganda dan banyaknya yang tidak mendapat undangan saat mencoblos membuat rendahnya tingkat pemilih pada Pilkada Juni 2018," ungkap Sekretaris komisi I DPRD Inhil Muammar saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) baru-baru ini.

Ia pun minta agar KPU segera memperbaiki DPT ganda ini, karena dikatakannya dapat menjadi masalah krusial yang akan mempengaruhi tahapan pemilu legislatif 2019.

"Kita tidak ingin apa yang terhadi pada Pilkada lalu terulang lagi pada  Pileg 2019," tegasnya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Muammar menyarankan agar KPU melakukan validasi data. Namun hal yang lebih penting dikatakannya yaitu pemilih yang belum terdaftar dalam DPT untuk dapat dimasukkan. 

Dikatakan Muammar, banyaknya masyarakat yang tidak mendapat undangan untuk mencoblos juga mengakibatkan rendahnya tingkat pemilih. Karena masyarakat yang tidak mendapat undangan hanya boleh mencoblos pada jam 12 siang dengan dengan syarat membawa KTP. 

"Jangan sampai kegembiraan masyarakat yang ingin memilih hilang gara- gara masalah ini. Dan kita harus segera perbaiki agar kejadian ini tidak terulang kembali pada pemilihan legislatif pada tahun mendatang," tukas Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. (adv)

Kategori:Politik, Riau

wwwwww