Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
20 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
21 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
20 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
20 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
21 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
20 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Riau

Banyak Pemilih Ganda saat Pilkada, Komisi I DPRD Inhil Panggil KPU

Banyak Pemilih Ganda saat Pilkada, Komisi I DPRD Inhil Panggil KPU
RDP Komisi I DPRD Inhil bersama KPU dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Minggu, 12 Agustus 2018 10:07 WIB
Penulis: Rida Ayu Agustina
TEMBILAHAN - Banyaknya permasalahan yang terjadi saat Pemilahan Gubernur Riau dan Bupati Inhil, membuat Komisi I DPRD Inhil memanggil Komisi Pemilihan Umum (KPU) Inhil.

"Permasalahan yang dimaksud adalah banyaknya ditemui data pemilih ganda dan banyaknya yang tidak mendapat undangan saat mencoblos membuat rendahnya tingkat pemilih pada Pilkada Juni 2018," ungkap Sekretaris komisi I DPRD Inhil Muammar saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) baru-baru ini.

Ia pun minta agar KPU segera memperbaiki DPT ganda ini, karena dikatakannya dapat menjadi masalah krusial yang akan mempengaruhi tahapan pemilu legislatif 2019.

"Kita tidak ingin apa yang terhadi pada Pilkada lalu terulang lagi pada  Pileg 2019," tegasnya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Muammar menyarankan agar KPU melakukan validasi data. Namun hal yang lebih penting dikatakannya yaitu pemilih yang belum terdaftar dalam DPT untuk dapat dimasukkan. 

Dikatakan Muammar, banyaknya masyarakat yang tidak mendapat undangan untuk mencoblos juga mengakibatkan rendahnya tingkat pemilih. Karena masyarakat yang tidak mendapat undangan hanya boleh mencoblos pada jam 12 siang dengan dengan syarat membawa KTP. 

"Jangan sampai kegembiraan masyarakat yang ingin memilih hilang gara- gara masalah ini. Dan kita harus segera perbaiki agar kejadian ini tidak terulang kembali pada pemilihan legislatif pada tahun mendatang," tukas Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. (adv)

Kategori:Metropolitan, Riau
wwwwww