Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
18 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
18 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
18 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
18 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Riau

Pemprov Riau akan Tambah Dua SMA Baru di Pekanbaru yaitu di Tampan dan Tenayan

Pemprov Riau akan Tambah Dua SMA Baru di Pekanbaru yaitu di Tampan dan Tenayan
Senin, 13 Agustus 2018 10:14 WIB
Penulis: Winda Mayma Turnip
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau akan menambah sekolah SMA baru di wilayah Pekanbaru. Kedua sekolah itu nantinya akan dibangun di Tenayan dan Tampan. Program ini juga untuk mendukung program zonasi yang sudah diterapkan.

Wakil Ketua DPRD Riau, Noviwaldy Jusman, kepada GoRiau.com, Senin, (13/8/2018) mengatakan, kebijakan penambahan sekolah baru ini adalah untuk mendukung sistem zonasi sehingga bisa menampung lebih banyak siswa.

"Pekanbaru menghadapi masalah sangat pelik dalam penerimaan siswa baru 2018 ini, dimana sistem zonasi banyak sekali kendalanya, salah satunya adalah ruang kelas yang tidak muat lagi. Makanya kita dari dewan dan nanti akan mengajak Pemprov, untuk membangun gedung sekolah lagi sebanyak 2 unit di Pekanbaru, kalau bisa kita bangun hingga ada 20 unit sekolah di kota ini, supaya sistem zonasi bisa diterapkan dengan efektif dan efisien,"

Selain membangun 2 sekolah, Noviwaldy juga menjanjikan pihaknya akan memberikan bantuan, berupa membangun infrastruktur pendukung dan bantuan operasional kepada pihak sekolah swasta, sehingga biaya sekolah dapat ditekan. Hal ini berkaitan dengan keluhan masyarakat yang enggan memasukkan anaknya kesekolah swasta meskipun tak bisa masuk kenegri karena tingginya biaya sekolah.

"Kita juga akan bantu sekolah swasta, dengan membantu infrastruktur pendukung, dan operasional, sehingga uang sekolah tidak terlalu beda dengan negeri," ungkapnya.

Kemudian, diterangkannya bahwa sistem zonasi ini merupakan kebijakan yang cukup baik karena berdampak pada pemerataan pendidikan. Dimana masyarakat atau siswa disetiap pelosok daerah sekalipun, nantinya dapat memiliki pendidikan yang sama.

"Kebijakan ini sangat ideal dan bagus, karena jadinya semua siswa bisa mendapat pendidikan yang merata. Tetapi namanya juga kebijakan baru, pasti ada kendala dan hal - hal yang perlu disesuaikan," paparnya.

Namun, tentunya agar lebih maksimal, sistem zonasi ini juga harus diiringi dengan kualitas dan kinerja guru yang lebih dimaksimalkan. Noviwaldy juga mengatakan guru sebagai tokoh paling penting dan berjasa dalam dunia pendidikan dan kesejahteraan masyarakat akan lebih diprioritaskan, agar dapat menghasilkan anak didik yang berdaya saing tinggi didunia pekerjaan kelak. ***

Kategori:Voli, Riau, Umum
wwwwww