Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
21 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
14 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
15 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
15 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
14 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Riau

Meski Sanggup Danai Gedung Polda dan Kejati Rp 266 Miliar, Pemprov Riau Ngaku Desifit APBD Rp1 Triliun

Meski Sanggup Danai Gedung Polda dan Kejati Rp 266 Miliar, Pemprov Riau Ngaku Desifit APBD Rp1 Triliun
Gedung baru tujuh lantai Kejati Riau (foto internet)
Kamis, 16 Agustus 2018 14:41 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengaku dihadapkan dengan persoalan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), nilainya mencapai Rp1 triliun. Padahal sebelumnya dikabarkan Pemprov Riau pada tahun anggaran 2018 ini mampu mendanai pembangunan gedung Mapolda dan Kejaksaan Tinggi Riau Rp266 miliar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Ahmad Hijazi mengatakan, kondisi tersebut cukup berpengaruh pada jalannya pemerintahan, sehingga program-program di organisasi perangkat daerah (OPD) yang tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat terpaksa ditunda.

"Pemprov Riau alami defisit anggaran, paling tidak mendekati Rp1 triliun," kata Sekdaprov Riau di Pekanbaru, Jumat (16/8/2018).

Kekurangan anggaran ini, diantaranya akibat tak tercapainya Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun lalu sebesar Rp300 miliar lebih dan defisit dana perimbangan yang mencapai Rp700 miliar lebih. Bahkan,  dana perimbangan ini belum semuanya bisa disalurkan oleh pemerintah pusat.

Untungnya, kata Sekda, Pemprov Riau masih memiliki Silpa. Sehingga defisit yang mencapai Rp1 triliun tersebut bisa ditutupi,  walaupun hanya sekitar Rp58 miliar.

"Kita masih punya Silpa dan itu masih tersisa untuk menutup kekurangan pendapatan. Silpa saat ini tinggal Rp58 miliar," tuturnya.  ***

Kategori:Voli, Riau
wwwwww