Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
18 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
8 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
17 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
17 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
18 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton
Asian Games 2018

Meski Berbalut Cedera, Achmad Hulaefi Masih Mampu Raih Perunggu

Meski Berbalut Cedera, Achmad Hulaefi Masih Mampu Raih Perunggu
Pewushu peraih perunggu Asian Games 2018, Achmad Hulaefi.
Selasa, 21 Agustus 2018 14:02 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Penampilan maksimal telah ditunjukkan Achmad Hulaefi saat turun di nomor taulo cabang olahraga wushu Asian Games XVIII yang digelar di Hall B JIexpo, Selasa (22/8/2018). Namun, dia harus menerima kenyataan hanya bisa menggenggam medali perunggu.

Putra pertama dari lima bersaudara anak pasangan Iskandar Fauzi dan Juliawati ini membukukan  total poin 9,71 atau terpaut 0,4 dari peraih emas, Wu Zhaohua asal China (9,75) atau selisih 0,2 dari peraih perak asal Korea Selatan, Cho Seungjae (9,73).

Ya, hasil kurang menggembirakan tersebut memang tidak terlepas dari pengaruh cidera yang masih membaluti pria kelahiran Jakarta, 14 Oktober 1989. "Penampilan saya kurang sempurna karena pengaruh cedera lutut, engkel, dan pinggang. Dan, saya pun telah merasakannya saat hendak tampil,” ujarnya Hulaefi yang didampingi Ketua Umum PB WI, Airlangga Hartarto dan Sekjen PB WI, Ngatino usai tampil.   

“Tapi, saya bersyukur bisa menyumbang medali perunggu  bagi bangsa dan negara, bagi masyarakat Indonesia, PB WI dan keluarga saya. Sebenarnya saya bisa meraih medali perak, tapi lawan saya dari Korea Cho Seungjae bermain bagus," ungkap pria yang berstatus PNS di Pemerintah Kodya Jakarta Selatan ini. 

Salah satu motivasi yang terbakar dari anak muda bisa tampil lepas karena Hulaefi tampil di rumah sendiiri. "Kemarin saya main agak grogi. Tapi, hari ini tampil lepas karena main di negeri sendiri dan di tanah kelahiran saya di Jakarta,"  tegas pria yang berencana pensiun selepas Asian Games 2018 ini.

Mengenai pewushu asal China, Wu Zhachua, kata Hulaefi, memang sulit disaingi. "Kami pernah latihan bareng dengan dia selama 4 bulan di China. Dan, saya akui penampilannya sangat bagus," tutur pria yang belajar wushu dari pamannya itu.

Menyikapi keberhasilan yang diraih atletnya, Ketua Umum PB WI Airlangga Hartarto pun bangga. "Prinsip kami atau PB WI, slogannya adalah tiada hari tanpa medali, baik itu emas, perak, atau perunggu. Hari ini, Achmad Hulaefi meraih perunggu. Mungkin besok akan ada medali lagi dari atlet lainnya," jelas Airlangga. 

"Medali perunggu ini diraih berkat kerja keras dan hasil latihan selama 4 bulan di China. Soal hadiah atau bonus pasti ada kan Hulaefi sudah PNS," tambah Menteri Perindustrian itu.

wwwwww