Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
18 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
18 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
18 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
18 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Riau

Muncul Spanduk Penolakan Parit PT MUP Tembus ke Sungai Segati

Muncul Spanduk Penolakan Parit PT MUP Tembus ke Sungai Segati
Spanduk penolakan warga atas parit PT MUP yang ditembuskan ke Sungai Segati, Selasa (21/8^2018).
Selasa, 21 Agustus 2018 13:05 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALANKERINCI - Masyarakat nelayan Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan menggelar unjuk rasa melalui pemasangan spanduk menolak keras parit yang dibuat PT Mitra Unggul Perkasa (MUP) ditembuskan ke Sungai Segati.

Spanduk penolakan tersebut dipasang diatas parit perusahaan yang tembus ke Sungai Segati.

Isi dalam spanduk itu bertuliskan "kami masyarakat nelayan Desa Segati menuntut parit PT MUP yang tembus ke sungai agar segera ditutup".

Informasi yang diperoleh GoRiau, Selasa (21/8/2018), sejak awal masyarakat keberatan parit kebun perusahaan yang ditembuskan ke sungai.

Kondisi ini berakibat menurunnya hasil tangkapan nelayan pencari ikan di Sungai Segati, sebagai sumber mata pencaharian.

"Beberapa waktu terakhir ini, hasil tangkapan ikan kami sangat jauh turun," ungkap salah seorang warga, meminta namanya tidak ditulis.

Menurutnya, banyak parit kebun sawit milik perusahaan yang sengaja ditembuskan ke Sungai Segati, tempat nelayan Desa Segati mencari ikan.

"Sejak dari awal masyarakat keberatan dengan parit kebun perusahaan yang ditembuskan ke sungai. Jumlah paritnya cukup banyak, sepanjang sungai ini," bebernya.

Menurut warga ini, kondisi tersebut jelas berpotensi mengurangi hasil tangkapan nelayan. Para nelayan menyesalkan, hingga sekarang pihak perusahaan belum menutup parit-parit yang tembus ke sungai.

"Masyarakat keberatan dengan adanya parit kebun perusahaan, kami minta perusahan menutup parit-parit ini," tegas warga, yang didukung masyarakat lainnya. ***

Kategori:PON, Riau
wwwwww