Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
20 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
15 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
14 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
13 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
18 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
20 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Riau

Tualang Terbanyak Hewan Kurban di Siak, Angkanya Mencapai 565 Ekor

Tualang Terbanyak Hewan Kurban di Siak, Angkanya Mencapai 565 Ekor
Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Siak, Susilawaty.
Selasa, 21 Agustus 2018 19:41 WIB
Penulis: Ira Widana
SIAK - Data dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Siak menyebutkan kebutuhan hewan kurban untuk Kecamatan Tualang paling tinggi dari Kecamatan lainnya di Siak, Provinsi Riau. Angkanya mencapai 565 ekor hewan kurban, diantaranya sapi 472, kerbau 18 dan kamning 75 ekor.

Kepala Dinsnakkan Siak, drh.Susilawati kepada GoRiau mengatakan, jumlah hewan kurban di kabupaten Siak mengalami peningkatan untuk hari raya Idul Adha 2018 ini.

"Dari data sementara kita itu, Kecamatan Tualang terbanyak hewan kurbannya. Setelah itu baru Kecamatan Kandis dengan jumlah 349 ekor sapi dan kambing. Secara total hewan kurban di Kabupaten Siak pertanggal 21 Agustus 2018 itu berjumlah 2.386 ekor," kata Sulilawaty.

Jika dibandingkan tahun lalu, kecenderungan peningkatan hewan kurban pada tahun ini sebesar 25 persen. Sementara tahun 2016 lalu mengalami penurunan dibanding tahun 2015.

Untuk memastikan hewan kurban layak dikonsumsi, Susilawati juga menyebar tim pemeriksaan hewan kurban. Pemeriksaan hewan kurban ini dilaksanakan hingga pada hari H sebelum penyembelihan. "Kami juga melakukan pemeriksaan post mortum, atau setelah penyembelihan hewan," kata dia.

Ia menjelaskan, pemeriksaan ante mortum dilakukan untuk mengamati kondisi fisik hewan apakah layak untuk dikurbankan atau tidak. Jika ditemui tanda-tanda atau gejala klinis yang mengindikasikan pada penyakit menular, timnya akan menyampaikan kepada panitia kurban.

"Kami tentu merekomendasikan agar hewan yang mengalami penyakit menular itu tidak disembelih. Apakah sudah cukup umur untuk dikurbankan, itu dengan cara mengamati pertumbuhan gigi seri hewan," kata dia lagi.

Jumlah tim yang disebar, untuk masing-masing kecamatan dibagi sesuai jumlah dokter hewan. Minimal ada 2 sampai 4 tim yang berjalan. Bahkan, Susilawati sendiri juga ikut turun melakukan pemeriksaan.

"Karena jumlah personil kai sangat terbatas, maka saya sendiri ikut turun memeriksa. Petugas dinas yang berback ground peternakan kita turunkan utk membantu petugas kesehatan hewan melakukan pemeriksaan," kata dia.***

Kategori:Voli, Riau
wwwwww