Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
20 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
15 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
14 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
13 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
18 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
20 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  PON

Hendak Melempar Jumrah, Seorang Jamaah Haji Inhil Hembuskan Nafas Terakhir

Hendak Melempar Jumrah, Seorang Jamaah Haji Inhil Hembuskan Nafas Terakhir
Jamaah Haji Inhil 
Selasa, 21 Agustus 2018 19:54 WIB
Penulis: Rida Ayu Agustina
TEMBILAHAN - Seorang jamaah haji asal Inhil yang bernama Nurhayati Binti Arban Abdullah menghembuskan nafas terakhirnya, Senin (20/8/2018) malam waktu Arab Saudi.

Warga Jalan Pelita Jaya, Tembilahan Hulu yang tergabung dalam kelompok terbang 03 BTH itu meninggal dunia sesaat setelah tiba di muzdalifah.

Kepala Bagian Kesra Setdakab Inhil, HM Arifin yang juga sedang menjalankan ibadah haji menceritakan, menjelang keberangkatan ke Muzdalifah, tiba-tiba almarhumah mengalami sesak nafas.

Akhirnya tim medis mengambil tindakan dengan melakukan pemeriksaan secara intens.

Namun karena jadwal keberangkatan Ke Muzdalifah sudah tiba yakni sekitar pukul 20.00 Waktu Saudi, rombongan BTH 03 pun dikatakan Arifin harus meninggalkan Arafah.

Hingga akhirnya, almarhumah diinfus dan dibawa secara khusus dengan kursi roda didampingi tim medis .

Saat tiba di Muzdalifah, tepatnya ketika turun dari Bus, dijelaskannya almarhum masih bisa bertahan, tetapi hanya beberapa menit saja, ditengah kerumunan ribuan jamaah yang menuggu waktu tengah malam dan mengambil batu untuk melontar jumrah, almarhum menghembuskan napas yang terakhirnya.

"Sungguh kami jamaah semua cukup kaget dengan kejadian yan cukup singkat dan mendadak ini. Karena hari-hari sebelumnya, almarhumah cukup aktof beribadah. Hingga pelaksanan rangkaian ibadah wukuf pada 9 Zulhijjah, kemana pun bisa mengikutinya dengan baik," jelas Arifin

Suasana haru pun terlihat saat itu, dikatakan Arifin jamaah lainnya yang menyaksikan kejadian itu bersama-sama mendoakan almarhumah.

"Jenazah langsung dijemput oleh ambulans untuk dibawa ke tempat penyelenggaran jenazah di kota Makkah, kami dengan rombongan lainya hanya bisa menyaksikan dan mendoakan semoga almarhummah khusnul khatimah mendapat tempat yang mulia disisi Allah SWT," terang Arifin. ***

Kategori:Olympic, PON
wwwwww