Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
17 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
18 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
18 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
24 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
5
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
23 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
6
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
17 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Home  /  Berita  /  Badminton
Asian Games 2018

China Pastikan Emas Tunggal Putri Tenis

China Pastikan Emas Tunggal Putri Tenis
Petenis China, Zhang Suhai. (INASGOC)
Kamis, 23 Agustus 2018 19:53 WIB
Penulis: Azhari Nasution

PALEMBANG - Petenis putri nasional China, Zhang Suhai memastikan negeri "Tirai Bambu" mendapatkan emas tunggal putri usai pemain yang didapuk jadi unggulan satu Asian Games 2018 tersebut menyudahi perjuangan wakil India Ankita Raina R di semifinal.

Bermain di lapangan utama Kompleks tenis Jakabaring, Palembang, Sumsel, Kamis (23/8/2018), dalam pertandingan empat besar tersebut, Zhang mampu menghentikan perlawanan hebat Raina dalam pertarungan dua set selama 131 menit yang berkesudahan 6-4, 7-6(6).

"Hari ini pertandingan sangat berat, kami berdua memainkan tenis yang sangat baik. Saya senang saya menang hari ini, dengan ini kami memastikan medali emas Asian Games, itu yang paling penting," kata Zhang selepas pertandingan.

Permainan ketat yang sudah diprediksi sejak awal, tidak terelakkan terjadi yang dibuktikan dengan ketatnya perebutan angka di set pertama hingga akhirnya Zhang mampu memenangkan set pembuka.

Di set kedua, pertandingan sempat terhenti sejenak karena Raina meminta izin untuk menggunakan kamar mandi. Alih-alih baik-baik saja, hal tersebut membuat Zhang tak cukup senang karena menurutnya Raina melakukan hal tersebut untuk mengulur-ulur waktu.

"Kalau anda jadi saya apa yang anda rasakan? Anda tahu saya berusaha untuk bermain yang terbaik untuk menang. Saya tidak mempedulikan yang orang lain pikir, namun dia di tengah pertandingan minta waktu untuk medikal, untuk ke kamar mandi, saya tak tahu apa yang terjadi, mungkin dia lelah dan ingin ambil waktu untuk istirahat, saya tak tahu," katanya.

"Sesungguhnya, saya hanya ingin menyelesaikan pertandingan saya dengan cepat dan senang dengan hasilnya," ucapnya menambahkan.

Zhang yang merupakan unggulan satu Asian Games 2018, memperoleh kemenangan atas Ankita Raina R dengan skor 6-4, 7-6 (6) dan berhak melaju ke final. (Antara/Ricky Prayoga/2018) Kendati demikian, bagi Zhang, Raina tetaplah lawan yang memiliki kemampuan yang luar biasa dan memiliki masa depan cerah.

"Ya dia bermain sangat baik, bisa memanfaatkan beberapa kali breaking point. Di masa depan saya pikir dia akan menjadi pemain yang bisa menempati peringkat 100 atau 50 dunia," ujar petenis berperingkat 32 dunia ini.

Dengan hasil ini, Zhang memastikan China memperoleh medali tunggal putri setelah sebelumnya rekan senegaranya, Wang Qiang, sudah lebih dulu melaju ke fase final Asian Games 2018 selepas menundukan wakil Taiwan Liang En-Shuo 6-1, 6-3.

"Untuk pertandingan besok, saya fikir akan menjadi pertandingan yang baik dan memberikan yang saya punya," ujarnya.

Dengan statusnya yang merupakan unggulan pertama dan merupakan pemain berperingkat palig tinggi di China, Zhang mengaku tak terbebani untuk bisa mendulang emas bagi negaranya.

"Tidak ada tekanan, karena dalam karir tenis saya, saya hanya fokus tiap pertandingan, tiap turnamen, karena saya juga tak ingin terbebani masalah tersebut," ucapnya. *

wwwwww