Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
24 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
24 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
23 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
24 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
23 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
23 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Riau

Mengaku Ibadahnya Terganggu Jadi Alasan Desmaniar Cabut Laporan Neno Warisman di Polda Riau

Mengaku Ibadahnya Terganggu Jadi Alasan Desmaniar Cabut Laporan Neno Warisman di Polda Riau
Jum'at, 24 Agustus 2018 21:03 WIB
PEKANBARU - Desmaniar (60), warga Pekanbaru, Riau, yang melaporkan Neno Warisman dengan tudingan makar aksi #2019GantiPresiden, akhirnya mencabut laporannya di Polda Riau, Jumat (24/8/2018).

Ia mengaku, pencabutan laporan tersebut, karena ingin fokus beribadah.

"Saya tidak menyangka bahwa laporan saya (terhadap Neno Warisman) memicu perdebatan. Sehingga ibadah saya jadi terganggu. Saya tidak ingin seperti itu," kata Desmaniar kepada wartawan.

Pengacara ini juga menyatakan, alasan pencabutan laporan karena tidak ingin ada perdebatan yang terjadi.

Desmaniar mencabut laporan di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Riau didampingi Imam Masjil Al Makmur Jalan Kuantan, Ustaz Ikhwan.

"Saya juga sudah berkonsultasi dengan Ustaz Ikhwan. Beliau menyarankan agar laporan tersebut sebaiknya dicabut. Saya harus dengarkan nasihat beliau yang menjadi imam saya," kata politisi NasDem itu.

Setelah mencabut laporan, Desmaniar langsung menyampaikan permintaan maaf. Karena laporan tersebut menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.

"Saya minta maaf kepada Neno Warisman, Polda Riau dan masyarakat Riau," ucap Desmaniar.

Dia mengaku laporan itu dicabut bukan karena berubah sikap mendukung deklarasi #2019GantiPresiden, melainkan hanya untuk ketenangan beribadah.

Untuk diketahui, deklarasi #2019GantiPresiden akan digelar di Tugu Pahlawan, Kota Pekanbaru, Riau, Minggu (26/8/2018). Namun menurut informasi yang diterima Kompas.com, deklarasi tersebut diundur menjadi tanggal 2 September 2018 mendatang.

Sebelumnya, Desmaniar warga Jalan Kuantan II, Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru melaporkan Neno Warisman ke Polda Riau dengan tudingan percobaan makar, Kamis (16/8/2018) lalu.

"Yang kita laporkan Pasal 107 ayat 1 KUHPidana Jo Pasal 53 KUHPidana dengan maksud untuk menggulingkan pemerintah. Itu percobaan makar. Terlapornya Ibu Neno Warisman," ucap Desmaniar kala itu.

"Kenapa saya melapor? Legal standing saya sebagai pelapor, saya sebagai seorang muslimah. Dasar hukum saya adalah Al Quran surah Ali Imran ayat 103 dan ayat 110 serta surah At-taubah ayat 71," sambung Desmaniar yang juga seorang pengacara.

Dia mengaku melaporkan Neno Warisman ke polisi, karena ingin menegakkan nahi munkar. Sementara bukti yang ia lihatkan adalah pemberitaan mengenai keberadaan Neno melakukan deklarasi #2019GantiPresiden di Batam beberapa waktu lalu.

Menurutnya, gerakan tersebut dianggap sudah massif dan dapat mengancam kesatuan NKRI. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:kompas.com
Kategori:Riau, Metropolitan, Voli, Olympic
wwwwww