Basket dan Voli Rohil Dulunya Andalan, Sekarang 'Mati Suri'
![]() |
Penulis: Amrial
Karena itu, Sekda Rokan Hilir, Drs Surya Arpan meminta kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia untuk mengevaluasi cabang olahraga (cabor) yang tidak melahirkan prestasi lagi, termasuk bola voli yang dulu merupakan salah satu olahraga andalan Rokan Hilr.
''Kalau Cabor tidak bergerak untuk apa, ini harus dikomunikasikan kembali. Harus dibangkitkan kembali. Dulu Rohil ini unggul di basket dan voli, tapi sekarang mati suri. Kita minta KONI melakukan komunikasi lagi agar olahraga-olahraga unggulan Rohil bangkit kembali, bukan hanya untuk basket dan voli tapi juga olahraga lainnya,'' ujar Surya Arpan kepada GoRiau.com usai membuka acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI Rohil di Bagansiapiapi, Jumat (24/8/2018).
Dikatakan, Pemkab akan selektif menyalurkan dana kepada Cabor yang dianggap layak serta berpotensi dalam meraih medali. Karena apapun alasannya, jika dana KONI tidak diatur dengan baik, maka pembinaan tidak akan berjalan maksimal.
Sementara itu, Ketua KONI Rohil, Asrul M Noor mengatakan, pada tahun 2018 ini, sudah ada beberapa Kejuaraan Daerah (Kejurda) yang harus diikuti seluruh atlet Rohil. Untuk itu, dia meminta kepada seluruh pengurus Cabor untuk mempersiapkan atletnya minimal dua minggu sebelum keberangkatan.
"Kalau menyampaikan informasi melalui surat untuk keberangkatan atlet jangan terlalu mendadak. Minimal seminggu sebelumnya karena kami juga berusaha untuk mencari dananya," kata Asrul.
"Siapkan saja proposalnya minimal kita bantu ongkos berangkat untuk kegiatan cabor atau kegiatan pelatihan wasit," tambahnya.
Menurutnya, persentase anggaran KONI pada tahun 2018 ini dibagi dua yaitu untuk pembinaan sebanyak 75 persen dan operasional kesekretariatan sebesar 25 persen. Bagi Cabor yang sudah mendapat bantuan dana dari KONI pada tahun lalu, agar segera membuat SPJ supaya tahun ini mendapatkan dana pembinaan.
"Apabila SPJ tertunda, terpaksa distop bantuannya. Terutama SPJ tahun 2016," ujarnya.
Dana pembinaan yang disalurkan, berdasarkan kegiatan masing-masing cabor dan bukannya dibagi rata berdasarkan proposal kegiatan. Karena sebelum dana itu dikucurkan, tim verifikasi akan turun berdasarkan proposal yang masuk. "Jangan sampai nanti dana KONI besar tapi output sedikit," tuturnya. ***
| Kategori | : | Non Olympic, Riau |













