Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
4 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
4 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
3 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
4 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Riau

Basket dan Voli Rohil Dulunya Andalan, Sekarang 'Mati Suri'

Basket dan Voli Rohil Dulunya Andalan, Sekarang Mati Suri
Sabtu, 25 Agustus 2018 01:24 WIB
Penulis: Amrial
BAGANSIAPIAPIAPI - Rokan Hilir yang memiliki banyak warga etnis Tionghoa, memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga basket di daerah Riau. Sayangnya, dalam beberapa tahun terakhir, basket mengalami kemunduran sehingga tidak melahirkan prestasi untuk daerah.

Karena itu, Sekda Rokan Hilir, Drs Surya Arpan meminta kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia untuk mengevaluasi cabang olahraga (cabor) yang tidak melahirkan prestasi lagi, termasuk bola voli yang dulu merupakan salah satu olahraga andalan Rokan Hilr.

''Kalau Cabor tidak bergerak untuk apa, ini harus dikomunikasikan kembali. Harus dibangkitkan kembali. Dulu Rohil ini unggul di basket dan voli, tapi sekarang mati suri. Kita minta KONI melakukan komunikasi lagi agar olahraga-olahraga unggulan Rohil bangkit kembali, bukan hanya untuk basket dan voli tapi juga olahraga lainnya,'' ujar Surya Arpan kepada GoRiau.com usai membuka acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI Rohil di Bagansiapiapi, Jumat (24/8/2018).

Dikatakan, Pemkab akan selektif menyalurkan dana kepada Cabor yang dianggap layak serta berpotensi dalam meraih medali. Karena apapun alasannya, jika dana KONI tidak diatur dengan baik, maka pembinaan tidak akan berjalan maksimal.

Sementara itu, Ketua KONI Rohil, Asrul M Noor mengatakan, pada tahun 2018 ini, sudah ada beberapa Kejuaraan Daerah (Kejurda) yang harus diikuti seluruh atlet Rohil. Untuk itu, dia meminta kepada seluruh pengurus Cabor untuk mempersiapkan atletnya minimal dua minggu sebelum keberangkatan.

"Kalau menyampaikan informasi melalui surat untuk keberangkatan atlet jangan terlalu mendadak. Minimal seminggu sebelumnya karena kami juga berusaha untuk mencari dananya," kata Asrul.

"Siapkan saja proposalnya minimal kita bantu ongkos berangkat untuk kegiatan cabor atau kegiatan pelatihan wasit," tambahnya.

Menurutnya, persentase anggaran KONI pada tahun 2018 ini dibagi dua yaitu untuk pembinaan sebanyak 75 persen dan operasional kesekretariatan sebesar 25 persen. Bagi Cabor yang sudah mendapat bantuan dana dari KONI pada tahun lalu, agar segera membuat SPJ supaya tahun ini mendapatkan dana pembinaan.

"Apabila SPJ tertunda, terpaksa distop bantuannya. Terutama SPJ tahun 2016," ujarnya.

Dana pembinaan yang disalurkan, berdasarkan kegiatan masing-masing cabor dan bukannya dibagi rata berdasarkan proposal kegiatan. Karena sebelum dana itu dikucurkan, tim verifikasi akan turun berdasarkan proposal yang masuk. "Jangan sampai nanti dana KONI besar tapi output sedikit," tuturnya. ***

Kategori:Non Olympic, Riau
wwwwww