Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
13 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
13 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
5
ā€ŽKolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
18 jam yang lalu
ā€ŽKolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
13 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Nah Lho... KPK Bidik Pelaku Tindak Pidana Gratifikasi Tiket Asian Games 2018

Nah Lho... KPK Bidik Pelaku Tindak Pidana Gratifikasi Tiket Asian Games 2018
Jubir KPK, Febri Diansyah. (istimewa)
Rabu, 29 Agustus 2018 01:06 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Komisi PemberantasanĀ KorupsiĀ (KPK) tengah membidik oknum pejabat maupun penyelenggara negara yang turut menerima gratifikasi berupa tiket nontonĀ Asian GamesĀ 2018.

Hal ini disampaikan oleh JubirĀ KPKĀ Febri Diansyah, dimana pihaknya sejauh ini telah menerima informasi tentang kebenaran hal itu dari sejumlah pelapor. Bahkan status laporan soal penerimaan gratifikasi tiketĀ Asian GamesĀ ini tengah dalam tahap pengembangan.

"KPKĀ menerima sejumlah informasi adanya oknum pejabat yang menerima pemberian tiket dan bahkan meminta tiket untuk menonton pertandingan. Kami ingatkan, hal tersebut tidak diperkenankan oleh aturan hukum yang berlaku," ujar Febri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (27/8).

Adapun pejabat atau penyelenggara negara yang belakangan pernah menerima atau meminta tiketĀ Asian GamesĀ 2018 secara cuma-cuma itu diharap segera melapor ke lembaga antirasuah sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

"Jika ada pejabat yang menerima tiket menonton pertandinganĀ Asian GamesĀ 2018, kecuali undangan yang bersifat resmi seperti undangan pembukaan yang sudah dilakukan, maka sesuai dengan ketentuan di Pasal 16 UUĀ KPK, maka gratifikasi tersebut wajib dilaporkan," tegasnya.

Pelaporan gratifikasi tersebut, kata Febri, sebagai bagian dari pelaksanaan tugas pencegahan tindak pidana korupsi, sebagaimana telah diatur dalam undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi no 31 tahun 1999.***

wwwwww