Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Imam Masjid Dipukul Pakai Balok Saat Pimpin Shalat Zuhur, Pelakunya Wanita, Ternyata Ini Penyebabnya
Peristiwa
16 jam yang lalu
Imam Masjid Dipukul Pakai Balok Saat Pimpin Shalat Zuhur, Pelakunya Wanita, Ternyata Ini Penyebabnya
2
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
Peristiwa
17 jam yang lalu
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
3
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
Pemerintahan
10 jam yang lalu
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
4
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
Nasional
15 jam yang lalu
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
5
Waduh... Ketua Bidang Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Mundur
Kesehatan
10 jam yang lalu
Waduh... Ketua Bidang Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Mundur
6
Indonesia Masuki Resesi, PKS Minta Pemerintah Fokus Perhatikan Masyarakat dan Dunia Usaha
Peristiwa
10 jam yang lalu
Indonesia Masuki Resesi, PKS Minta Pemerintah Fokus Perhatikan Masyarakat dan Dunia Usaha
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Asian Games 2018

Sundulan Sugawasa Yuika Antar Jepang Juarai Sepakbola Putri

Sundulan Sugawasa Yuika Antar Jepang Juarai Sepakbola Putri
INASGOC
Sabtu, 01 September 2018 18:16 WIB
Penulis: Azhari Nasution

PALEMBANG - Tim sepakbola putri Jepang meraih medali emas Asian Games XVIII setelah pada pertandingan final mengalahkan China dengan skor tipis 1-0 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Jumat (31/8/2018) malam.

Permainan kolektif, tertata dalam menyerang dan bertahan, serta penuh ketenangan dan perhitungan menjadi kunci keberhasilan Jepang meraih gelar juara Asian Games yang kedua kalinya setelah yang pertama di Asian Games 2010 di Guangzhou. Gol semata wayang di final ini tercipta oleh sundulan Sugasawa Yuika pada pengujung babak kedua, tepatnya menit 87.

Pada pertandingan final ini kedua tim tampil memukau dengan menyuguhkan permainan berkelas. Jepang yang tercatat sebagai peringkat enam rangking FIFA tampil dengan formasi idealnya menumpuk lima pemain tengah dan empat pemain belakang untuk menahan gempuran China. Tim terbaik Asia ini hanya menempatkan seorang striker di depan yakni Iwabuchi Mana.

Sementara China yang dikenal kuat dalam menyerang menempatkan tiga penyerang sekaligus untuk membongkar pertahanan Jepang. Pada menit awal ini sudah terlihat bahwa Jepang lebih bermain depensif, sementara China sangat getol menyerang.

Pada menit ke-14, China mendapatkan peluang emas melalui strikernya Wang Shanshan yang sejauh ini menjadi striker tersubur di ajang Asian Games XVIII dengan koleksi 12 gol.

Wang yang menggiring bola ke mulut gawang, memutuskan untuk mengoper ke temannya setelah mendapati kiper Jepang sudah bersiaga. Peluang ini pun terbuang percuma.

Tak mau menyerang, lima menit berselang giliran Gu Yansha yang mendapatkan peluang emas. Ia melepaskan tembakan keras ke gawang namun masih dapat ditangkap kiper.

Sementara giliran Jepang tak mau ketinggalan menyerang dengan membuka ruang dari sektor sayap lawan. Namun barisan pertahanan China juga tak kalah kokoh sehingga sebiji gol pun belum tercipta di babak pertama ini. Malahan di akhir babak, kedua tim justru lebih banyak bermain di lini tengah.

Hingga pertandingan berjalan selama 45 menit, skor kacamata masih bertahan.

Memasuki babak kedua, tensi permainan kedua tim semakin meningkat. Di tengah guyuran hujan, kedua tim sama-sama bermain ngotot. Berbeda dengan babak pertama, kali ini Jepang juga agresif menyerang, sehingga tak dapat dielakkan lagi, kedua tim akhirnya silih berganti saling menyerang membuat babak kedua ini menjadi tontonan menarik.

Gelandang Jepang Nakajima Emi mengirimkan umpan jarak jauh ke kotak berbahaya tempat striker Sugasawa Yuika yang telah mengoleksi tiga gol, langsung bergerak cepat meninggalkan pemain belakang China. Sundulannya di menit akhir ini menjadi petaka bagi Tim Negeri Tirai Bambu. China pun harus mengakui keunggulan Jepang sebagai tim terbaik di Asian Games kali ini. Gol ini langsung disambut sukacita tim Jepang dan teriakan histeris pendukung setianya. Sementara sebaliknya, para pemain China seakan tidak percaya dengan terjadinya gol di menit akhir itu. Meski ada tambahan waktu tiga menit, skor 1-0 untuk kemenangan Jepang tetap bertahan hingga pluit akhir.

Saat wasit meniupkan pluitnya, pesepak bola China tampak tidak dapat menutupi kesedihan. Beberapa terlihat menangis. Pelatih China Jia Xiuquan juga terlihat kesal dan meluapkan kemarahannya ke beberapa pemain yang tiba di pinggir lapangan. "Pemain kami masih kurang pengalaman bermain di final. Ke depan mereka harus lebih banyak berlatih lagi, dan saya yakin Tim China akan lebih baik nanti," kata Jia.

Sementara Pelatih Jepang Takemoto Asako menyampaikan ucapan terimakasihnya ke para pemain yang bermain penuh semangat di final ini. "China tim bagus, mereka selalu menyerang sepanjang pertandingan. Awalnya ini sedikit menekan kami, tapi lama-lama kami memahami kapan harus melepaskan serangan tiba-tiba," kata Takemoto.

Timnas Jepang tampil memukau sepanjang perhelatan Asian Games XVIII ini dengan rekor kebobolan hanya satu gol yakni saat melawan Korea Selatan di semifinal.

Pertandingan final sepak bola putri ini juga disaksikan Executive Chairman perusahaan e-commerce Alibaba, Jack Ma, yang dipastikan akan menghadiri upacara penutupan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (2/9/2018). Jack mendapatkan kehormatan menyerahkan medali pemenang dengan didampingi Gubernur Sumsel Alex Noerdin.


wwwwww