Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
9 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
15 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
7 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
9 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
6
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
Hukum
9 jam yang lalu
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
Home  /  Berita  /  Riau

Kuansing Habiskan Rp2 Miliar untuk Pacu Jalur, Penerimaan Daerah Rp 0?

Kuansing Habiskan Rp2 Miliar untuk Pacu Jalur, Penerimaan Daerah Rp 0?
Jalur Siposan Rimbo Pemprov Riau mampu mempertahankan gelar sebagai juara nasional. Dengan demikian, sudah empat kali jalur ini menjadi juara di Tepian Narosa Telukkuantan.
Selasa, 04 September 2018 22:32 WIB
Penulis: Wirman Susandi
TELUKKUANTAN - Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau sepertinya gagal dalam memaksimalkan penerimaan daerah dari pelaksanaan iven pacu jalur. Padahal, festival pacu jalur sangat berpotensi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Mulai dari sektor retribusi lapak, parkir, reklame hingga tribun komersil dan masih banyak sumber potensial lainnya. Jika dioptimalkan, tentu dapat menambah APBD Kuansing yang setiap tahun cendrung berkurang.

Menurut Wakil Bupati Kuansing H. Halim yang juga Ketua Umum Festival Pacu Jalur 2018, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp2,5 miliar. Setelah dilakukan evaluasi, maka biaya dipangkas menjadi Rp2 miliar.

"Dari Rp2 miliar tersebut masih ada sisa saldo sekitar Rp7 juta. Ada sisa karena kita tidak menuruti semua keinginan," ujar Halim kepada GoRiau.com, Selasa (4/9/2018) siang di Telukkuantan.

Dengan anggaran Rp2 miliar, berapa yang diterima Kuansing dari pacu jalur? Menjawab hal itu, Halim mengaku tidak tahu pasti. Ia meminta agar hal itu ditanyakan kepada Sekda dan bendahara pacu jalur.

Secara terpisah, Sekda Dianto Mampanini juga tidak mengetahui berapa rupiah yang masuk ke daerah. "Bapak tidak tahu, coba hubungi Pak Wariman," ujar Dianto.

Sementara, Wariman DW yang dihubungi melalui selulernya juga tidak mengetahui secara pasti penerimaan daerah dari pacu jalur.

"Kalau penerimaan daerah, itu yang lebih tahu Mulyadi, kan dia kepala Dispenda," ujar Wariman.

Hingga saat berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dispenda Kuansing terkait penerimaan daerah dari iven pacu jalur.

Untuk diketahui, harga lapak di arena pacu jalur selama iven pacu jalur beragam. Mulai dari Rp500 ribu sampai Rp750 ribu per meter. Sedangkan harga parkir roda dua mulai Rp5 ribu sampai Rp10 ribu. Untuk roda empat, tarif parkir mencapai Rp50 ribu.

Tarif tribun komersil pada hari pertama hingga ketiga Rp50 ribu. Namun, pada hari keempat, tarif tribun menjadi Rp80 ribu per orang. ***

Kategori:Voli, Riau, Non Olympic, PON
wwwwww