Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
17 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
14 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
14 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
18 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
5
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
10 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
6
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
11 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Pimpinan MPR: Ceramah UAS Dilarang, Indonesia Bisa Menjadi Negara Barbar

Pimpinan MPR: Ceramah UAS Dilarang, Indonesia Bisa Menjadi Negara Barbar
Uas saat tausyiah HUT MPR RI.
Rabu, 05 September 2018 11:37 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ustaz Abdul Somad (UAS) melakukan pembatalan ceramahnya di beberapa kota di Pulau Jawa, karena ada informasi intimidasi dan ancaman.

Wakil Ketua MPR, Hidayat Nurwahid (HNW) mengingatkan, Indonesia bisa menjadi negara barbar, kalau intimidasi itu benar-benar terjadi.

"Saya ingatkan, dulu Jokowi (Joko Widodo) sudah menegaskan jangan dibiarkan adanya persekusi, karena kalau dibiarkan Indonesia akan jadi negara barbar," kata Hidayat kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (3/9/2018).

Hidayat menjelaskan, Indonesia sedang memasuki tahun politik. Sehingga, aparat penegak hukum tidak bisa membiarkan adanya intimidasi dan harus bertindak netral.

"Kami bakal masuk tahun politik,  aparat negara harus hadir, netral, dan menegakan hukum, membela Indonesia," ujar Hidayat.

Dia mempertanyakan kelompok tertentu yang mengintimidasi Somad, karena dia dianggap intoleran. Menurut HNW, banyak bukti yang menunjukkan Somad sangat menjunjung perbedaan.

"Karena fakta Abdul Somad, bukan hanya beliau ke mana-mana mengajarkan cinta NKRI, beliau itu sudah diundang wapres, ceramah di wapres. Beliau diundang KSAD, ceramah di KSAD diundang pimpinan MPR, kurang NKRI, Bhineka Tunggal Ika apa?,” papar dia.

Ustaz Abdul Somad dalam keterangan tertulis di Instagram menuliskan, membatalkan sejumlah agenda ceramah di berbagai daerah. Dalam keterangan itu, Ustaz Somad memakai kata ancaman dan intimidasi terkait rencana ceramah tersebut. ***

wwwwww