Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
19 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
13 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
12 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
13 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
13 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
18 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Home  /  Berita  /  Badminton

Seminar Ayo Olahraga Haornas 2018 Tekankan Pentingnya Sport Science

Seminar Ayo Olahraga Haornas 2018 Tekankan Pentingnya Sport Science
Sabtu, 08 September 2018 19:02 WIB
Penulis: Azhari Nasution
TERNATE- Sehari menjelang puncak perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-35 di Kota Ternate, Kementerian Pemuda dan Olahraga menggelar seminar Ayo Olahraga di Gedung Dhuafa Center, Ternate, Sabtu (8/9) sore. Seminar ini mengusung tema "Tantangan Pembangunan Olahraga di Era Milenial", menghadirkan nara sumber dari Kemenpora dan Pengelola Kompleks Gelora Bung Karno.

Sebagai rangkaian acara Haornas, Deputi III Kemenpora Raden Isnanta gembira dengan antusiasme warga setempat dalam mengikuti kegatan ini. Mulai dari pelajar, guru, dosen, hingga masyarakat menyimak pemaparan para nara sumber seminar ini.

"Seminar ini untuk memberikan pengayaan ilmu pengetahuan kepada para peserta, menambah perbendaharaan informasi apa yang terjadi di daerah. Seminar ini sekaligus ajang tukar pikiran konsep pembangunan yang dicanangkan pemerintah pusat dan konsep membangun olahraga di era milenial. Bagaimana kita menata olahraga ke depan," kata Isnanta seusai acara.

Ia mengatakan, generasi milenial identik dengan kehadiran teknologi dan derasnya arus informasi. Isnanta mengatakan, ini menjadi peluang bagi pelaku olahraga untuk memanfaatkan peradaban baru ini.

Menurut Isnanta, olahraga penuh dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Olahraga selayaknya mendapatkan pendekatan teknologi dengan baik demi prestasi Indonesia pada masa depan. "Kalau tidak posisi kita bisa digulingkan negara lain karena semua berpacu dengan sport science," tegasnya.

Isnanta meminta masyarakat untuk tidak terlena oleh fakta Indonesia negara besar dengan penduduk besar. Sebab, jika tidak melakukan pendekatan ilmiah tersebut, posisi Indonesia di tempat keempat Asian Games 2018 bisa digulingkan karena negara-negara lain berpacu dengan sport science tadi.

Ia mengajak masyarakat untuk terjebak oleh modal penduduk besar yang dimiliki Indonesia. Menurut Isnanta, penduduk besar kalau tidak digarap secara ilmiah membuat potensi mereka tidak teraktualisasi dengan baik. "Kita harus seperti China, penduduk besar tapi pendekatan pembinaannya itu sport science," kata dia.

Lewat momentum Haornas, ia mengajak pendekatan secara terstruktur dan ilmiah dari usia muda. Ia meminta cabang olahraga lain mengikuti sepak bola yang menggelar kompetisi usia muda. Ajang yang digelar kemenpora ini diikuti timnas U-10, U-12, U-14, dan u-16. Di sisi lain, PSSI menggelar laga U-13, U-15, dan U17 juga. Ia menilai sepak bola mulai memetik hasil dengan pembinaan cara berjenjang itu.

"Tahun lalu pelajar kita juara di Gothia Cup. Itu Eropa, Australia, dan Asia juga ikut. Hampir kayak Piala Dunia," katanya.

Ia menyinggung timnas pelajar yang berjaya pada Piala AFF U-16. Artinya, kata dia, buah pembinaan secara terstruktur itu sudah terbukti di sepak bola.

Ia meminta cabang olahraga lain melakukan hal serupa. Sebab, bila tidak, mereka akan ketinggalan. "Kita lakukan pembinaan secara berjenjang. Ya kompetisinya, ya latihannya. Ya alatnya, ya kepelatihannya secara berjenjang," ungkapnya.

Untuk tahun ini dan tahun depan, Kemenpora akan memprioritaskan pembangunan SDM. "Berarti kita harus cetak 100 ribu pelatih dengan kualifikasi, standardisasi yang berjenjang tadi. Mulai dari level daerah, nasional, hingga internasional. Lisensi harus ditingkatkan. Jadikanlah momentum Haornas ini menatap optimistis lebih nyata," pungkasnya.

wwwwww