Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
22 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
18 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
15 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
4
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
16 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
20 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
16 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton
Jepang Open 2018

Anthony Lolos, Jonatan Terhenti

Anthony Lolos, Jonatan Terhenti
Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting
Rabu, 12 September 2018 01:26 WIB
Penulis: Azhari Nasution

TOKYO -  Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting mengamankan satu tempat di babak kedua Japan Open 2018 dengan mengalahkan unggulan kedelapan, Ng Ka Long Angus (Hong Kong), dengan skor 21-14, 21-15.

Sayangnya langkah ini tak dapat diikuti Jonatan Christie yang terhenti dari Prannoy H.S (India), dengan skor 18-21, 17-21. Jika lolos, Jonatan sedianya akan bertemu dengan Anthony dan tunggal putra Indonesia memastikan satu tempat di perempat final.

"Saya bisa memegang kendali dari awal permainan sampai akhir, sementara lawan tidak langsung in ke permainan. Bola-bola pengembaliannya tidak seakurat di pertemuan kami sebelumnya," ucap Anthony.

"Kunci utama hari ini adalah fokus dan tidak memberi kesempatan sama sekali kepada lawan untuk bangkit. Lawan bukan pemain menyerang, biasanya pemain reli akan menunggu saya salah mengarahkan bola. Antisipasinya ya jangan melakukan kesalahan sendiri. Kalau buat salah, misalnya pengembalian tanggung, harus siap dengan serangan lawan," beber Anthony.

Sementara itu, Jonatan sebetulnya sudah menguasai permainan di game pertama dengan mengungguli Prannoy. Namun pada saat kedudukan sama kuat 14-14, Prannoy bangkit dan balik memberikan tekanan.

"Sebenarnya di awal game, mainnya cukup enak, saya bisa keluarkan stroke nya dengan baik. Di akhir game, saya dua-tiga kali buang kesempatan di saat krusial. Harusnya berani adu di depan net. Di game kedua, saya masih terpikir soal game pertama. Sayang sekali di game pertama sudah unggul tapi tidak bisa menyelesaikan, " ujar Jonatan yang ditemui usai pertandingan.

"Kecewa itu pasti, saya belum bisa menunjukkan yang terbaik di turnamen BWF tour, dalam beberapa turnamen terakhir, selesai di babak 16 besar, dibilang kecewa ya kecewa. Apalagi di Jepang ini saya kurang beruntung. Tahun lalu setelah final di Korea Open, di Jepang langsung kalah di babak pertama juga. Mudah-mudahan saja tahun depan dan tahun 2020 bisa lebih baik," sebut Jonatan.

"Soal persiapan yang agak mepet, ya sebenarnya pasti ada pengaruhnya, karena persiapan kami cuma seminggu. Ya ini dijadikan pelajaran saja, saya harus lebih mempersiapkan diri, pertandingannya kan banyak," kata Jonatan ketika ditanya soal persiapan menuju turnamen ini.

Sementara itu, Kepala Pelatih Tunggal Putra PBSI Hendry Saputra mengatakan bahwa Jonatan memang tak tampil semaksimal di Asian Games 2018. Terutama dari segi fokus di pertandingan.

"Kalau saya lihat dari tingkat kesegaran ototnya, ini terlihat di pertandingan. Selain itu fokus pikirannnya pun nggak seperti kemarin (di Asian Games). Jonatan juga kalah dari Prannoy di Asian Games tapi menurut saya penampilan Jonatan kali ini lebih baik, sudah ketemu formulanya. Tapi di sini serangannya tidak bisa tembus. Saya optimis dia bisa atasi di pertandingan selanjutnya," jelas Hendry.

Anthony menjadi satu-satunya wakil tunggal putra Indonesia yang tersisa di Japan Open 2018. Selain Jonatan, Tommy Sugiarto juga sudah terhenti di tangan Chen Long (Tiongkok), dengan skor 21-12, 17-21, 14-21.

wwwwww