Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
23 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
23 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
6
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Home  /  Berita  /  Badminton

Bentuk LBP-PP Jatim, La Nyalla Mulai Fokus Angkat Nasib Buruh dan Pekerja

Bentuk LBP-PP Jatim, La Nyalla Mulai Fokus Angkat Nasib Buruh dan Pekerja
Rabu, 12 September 2018 21:07 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
SURABAYA - Guna memperjuangkan nasib Buruh dan pekerja yang ada, Pemuda Pancasila akhirnya membentuk LBP - PP (Lembaga Buruh dan Pekerja Pemuda Pancasila) Jawa Timur. Ari Hafidz Azhari S.Ag yang ditunjuk oleh Ir. H. La Nyalla Mahmud Mattalitti untuk memimpin dan mengelola LBP-PP.

"Kami akan merangkul buruh yang selama ini ditindas oleh perusahaan terutama di Jawa Timur. Hal ini sudah lama menjadi agenda pokok kerja kami," ujar Ari Hafidz Azhari S.Ag selaku ketua LBP PP, Rabu, (12/9/18).

Ari yang juga caleg Partai Bulan Bintang (PBB) menambahkan, dirinya ingin menjadi manusia yang bermanfaat pada kehidupan para buruh dan petani.

"Harapan saya jika nanti saya terpilih DPR RI 2019, saya ingin bermanfaat pada kehidupan para Buruh dan Petani," ujarnya.

Sementara itu, Ir. H. La Nyalla Mahmud Mattalitti Ketua Kadin dan Ormas PP di Jawa Timur yang menjadi poros pendorong LBP - PP mengatakan pihaknya membentuk organisasi buruh ini karena miris melihat nasib para buruh yang selalu di intimidasi bahkan dipekerjakan tidak sesuai aturan, bahkan tidak di manusiakan oleh perusahaannya.

"Padahal mereka ini bagian penting dari perusahaan, seharusnya Buruh lebih diperhatikan dan di sejahterakan kehidupannya dalam ekonominya juga harus layak," tandasnya.

La Nyalla menambahkan, ia akan bela mati-matian para pekerja dan burug yang selama ini selalu ditindas oleh perusahaan dan pimpinan perusahaan.

"Kita sudah bentuk dan membuat program terkait perlindungan buruh yaitu LBP - PP, lembaga ini sengaja kita bentuk fokus dan peduli dengan Buruh atau pegawai, yang selama ini ditindas oleh perusahaan. Sebetulnya program ini sudah lama kita pikirkan, tapi kan kita butuh orang orang yang loyal dan bekerja sama sesuai visi dan misi LBP PP," tambahnya.

Sebelumnya La Nyalla juga telah bertemu dan bersosialisasi dengan para petani. Dan, saat ini buruh merupakan kajian dari Kadin Jatim dalam upaya pemerataan ekonomi dan kesejahteraan, khususnya kepada Petani dan Buruh se Jawa Timur.

"Insya Allah melalui LBP-PP ini para buruh bisa diperjuangkan nasibnya. Kita ingin pemerataan ekonomi di kalangan para buruh ini," tutu La Nyalla.

Berikut Ini Program LBP-PP buruh yang dicetuskan La Nyalla:

1. Menyiapkan tenaga atau SDM yang siap kerja melalui  pelatihan dan kerja sama dengan badan-badan pelatihan yang sesuai kebutuhan pasar.

2. Meyiapkan tempat tinggal layak dan murah di wilayah mereka kerja. Agar dengan gaji yang mereka terima cukup dan mampu mereka manabung lewat koperasi buruh LBP PP.

3. Melindungi Buruh dan Pekerja dari segala hal yang membuat buruh dan pekerja ditindas atau dirampas Haknya, sebagai buruh mereka kita lindungi dari lingkungan kerja atau ditempat mereka bekerja.

4. La Nyalla Mahmud Mattaliti sangat Care pada rakyat kecil yang mana sering di jadikan tempat berpijaknya keangkuhan para pemilik modal dan oknum-oknum serikat nakal.***

wwwwww