Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
18 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
8 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
17 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
17 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
18 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Riau

Dewan Soroti Masih Banyak Perusahaan di Pelalawan Tak Realisasikan Tanaman Kehidupan

Dewan Soroti Masih Banyak Perusahaan di Pelalawan Tak Realisasikan Tanaman Kehidupan
Baharudin
Rabu, 12 September 2018 12:45 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALAN KERINCI - Banyak perusahaan di Kabupaten Pelalawan tak serius melaksanakan kewajiban merealisasikan tanaman kehidupan. Padahal kewajiban itu sebagai pendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal kawasan konsesi.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Pelalawan, Baharudin, Rabu (12/9/2018) menegaskan, hanya segelintir perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang sudah berangsur merealisaaikan kewajibannya.

“Sejauh ini beberapa perusahaan memang sudah ada, meski belum seluruhnya direalisasikan,” sebutnya kepada GoRiau.

Beberapa, kata Baharudin meski tak menyebutkan nama-nama, ada beberapa perusahaan yang hanya  masih dalam tahap pembicaraan bahkan masih merencanakan.

“Banyak perusahaan HTI di Pelalawan ini, tanaman kehidupan ini wajib dilaksanakan oleh perusahaan sesuai dengan peraturan 20 persen dari tanaman pokok,” paparnya.

Politisi Golkar ini mengungkapkan, perusahaan kadang hanya mementingkan nilai ekonomis dibandingkan kesejahteraan masyarakat sekitar konsesi.

“Kenyataan ini pula yang berdampak semakin banyaknya pengaduan ke dewan dan pada umumnya terkait realisasi tanaman kehidupan,” katanya.

Ia berharap, perusahaan segera merealisasikan kewajibannya. Dengan begitu akan membuat hubungan baik antara perusahaan dan masyarakat untuk jangka waktu yang panjang.

“Tentu, kita DPRD dan Pemerintah Daerah menyoroti persoalan ini. Kita dorong ini untuk mempertegas lagi kewajiban perusahaan. ***

Kategori:Voli, Riau
wwwwww