Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
18 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
8 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
17 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
18 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
18 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Riau

Melaut di Luar Provinsi, Nelayan Andong Diminta Tertib Administrasi dan Lapor ke Daerah Tujuan

Melaut di Luar Provinsi, Nelayan Andong Diminta Tertib Administrasi dan Lapor ke Daerah Tujuan
Rabu, 12 September 2018 14:05 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Nelayan andong dari luar Provinsi Riau diminta tertib administrasi dan melaporkan kedatangan mereka ke daerah tujuan sebelum melakukan aktivitas penangkapan ikan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Riau, Herman mengatakan, bahwa menurut aturan yang berlaku, nelayan andong wajib lapor ke daerah tujuan meskipun sudah dilengkapi surat.

"Kita kan juga punya nelayan sendiri yang sehari-hari mencari ikan. Makanya ada peraturan yang mengatur mengenai nelayan andong. Harus memiliki izin dan lapor ke daerah tujuan," kata Herman di Pekanbaru, Rabu (12/9/2018).

Herman menegaskan, bahwa tujuan diberlakukannya peraturan itu, semata-mata agar tidak menimbulkan konflik antar nelayan dan melindungi keberlangsungan mata pencaharian nelayan lokal. Sebab, kasus para nelayan andong yang menyerobot perairan untuk nelayan lokal juga masih saja terjadi.

"Peraturannya jelas, tujuannya juga jelas untuk menghindarkan masalah," tegas Herman.

Salah satunya terkait peristiwa yang terjadi pada Minggu (9/9/2018) lalu. Di mana, ada sebelas nelayan asal Tanjungbalai, Sumatera Utara yang diberondong tembakan saat mencari ikan di perairan Bagansiapiapi, Rokan Hilir, Riau, Minggu malam. Akibatnya, satu tewas dan dua terluka.

Terkait masalah itu, Herman sendiri belum bisa memberikan keterangan pasti. Sebab, pihaknya masih melakukan investigasi. 

"Saya belum bisa berkomentar dulu, karena baru dengar dari satu versi saja. Sekarang tim DKP sudah di Rohil untuk mengumpulkan informasi dan kejadian sebenarnya di lapangan," tuturnya. ***

Kategori:Olympic, Riau, PON
wwwwww