Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
21 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
21 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
21 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
21 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton
Asian Para Games 2018

Dipercaya Jadi Pembawa Obor, Bahar Ingin Muda Lagi 

Dipercaya Jadi Pembawa Obor, Bahar Ingin Muda Lagi 
Bahar Rahman, peraih medali emas ASEAN Para Games Vietnam 2005
Rabu, 12 September 2018 18:49 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA -Tak ada dalam benak Bahar Rahman bakal terpilih sebagai pembawa obor Api Asian Para Games III. Dalam upacara pawai obor yang berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Rabu (12/9/2018), peraih medali emas nomor lempar lembing ASEAN Para Games Vietnam 2005 ini menerima obor melalui Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah  yang diserahkan Ketua Panitia Penyelenggara Asian Para Games (INAPGOC) Raja Sapta Oktohari.

"Tak pernah terpikir saya bisa mendapat kepercayaan menjadi pembawa obor pertama. Rasanya, saya ingin muda lagi agar bisa tampil memperkuat Kontingen Indonesia pada Asian Para Games III/2018," kata Bahar yang datang diantar istri dan anaknya. 

Ada dua alasan Bahar Rahman ingin muda kembali. Pertama, dia ingin mencatat prestasi di ajang Asian Para Games. Kedua, perhatian pemerintah sangat besar terhadap kaum disabilitas dengan menyamakan nilai bonus dengan atlet normal. "Sekarang itu kaum disabilitas tak perlu lagi khawatir lagi memilih menjadi atlet. Masa depan lebih terjamin," katanya. 

Meski tidak bisa memperkuat Kontingen Indonesia, pria tunanetra berusia 46 tahun mengaku bangga. Apalagi, dia telah mencetak pejudo tangguh M Ilham yang akan tampil di Asian Para Games Jakarta, 6-13 Oktober mendatang. "Ilham itu adalah anak didik saya yang menjadi satu-satunya atlet disabilitas Sulsel yang memperkuat Kontingen Indonesia. Makanya, saya berharap Ilham mampu menyumbangkan medali bagi Kontingen Indonesia sehingga bisa menjadi penyemangat atlet disabilitas Sulsel meraih prestasi di dunia olahraga," kata Bahar Rahman yang tadinya normal tetapi setelah kecelakaan lalu lintas menjadi tunanetra.

"Saya menekuni dunia olahraga karena memang sejak kecil senang olahraga. Terus terang, olahraga itu yang membuat saya bisa bangkit mengarungi kehidupan. Dan, dari bonus prestasi olahraga juga saya bisa membuka usaha pijat untuk menghidupi keluarga," jelasnya. 

wwwwww